Tugas Siswa, Mencatat! Tugas Guru?

Kamis, 28 September 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

Tugas Siswa, Mencatat! Tugas Guru?

Heronimus Bani

Pengalaman agak buruk, ketika anak saya berada di Kelas X Semester pertama tahun 2017 ini. Setelah tes awal, ia dikategori berada dalam kelompok siswa Kelas Matematika dan Ilmu Alam (MIA). Tahun Pelajaran berlangsung sejak 17 Juli, namun mereka baru mengikuti pelajaran setelah upacara HUT Proklamasi 2017 ini. Ada alasannya, masih menunggu hasil tes psikologi. Lalu, berkeliaranlah mereka selama masa menunggu.

Ketika tahun pelajaran dimulai, para guru mengejar target pencapaian kurikulum alias materi mesti selesai diprosesbelajarkan. Salah satu pendekatannya adalah, mencatat. Entah alasan apa? Guru memberi tugas pada siswa Kelas MIA, terutama meancatat. Mencatat menjadi tugas penting. Setiap pulang sekolah anak saya selalu mengeluh. Mencatat, mencatat, mencatat. Saya tidak tinggal diam. Saya tanyakan, mengapa? Jawabannya, tidak mengetahui mengapa sang guru tidak memberi pelajaran tetapi lebih banyak mencatat. Catatan bertumpuk di atas 40 halaman. Hati ini galau juga melihat anak saya mencatat berjam-jam sepulangnya dari sekolah. Lalu, saya pun membatin, apa tugas guru di sekolah? Jangan-jangan tidak memiliki ketrampilan dasar mengajar seutuhnya??

Saya sederhanakan masalahnya. Anak saya (dan teman-temannya) diwajibkan mencatat materi pada mata pelajaran Matematika dan Kimia. Unik! Matematika dicatat, berhalaman-halaman. Kimia dicatat, berhalaman-halaman. Bukankah kedua mata pelajaran itu harus diprosesbelajarkan dengan metode yang tepat sesuai karakternya?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semoga tidak terjadi di banyak sekolah sebagaimana terjadi di SMA dimana anak saya menjadi salah satu peserta didiknya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot
Membongkar Budaya Diam pada Murid Sekolah Dasar
KoMBAD dalam Literasi Awal Murid Kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar
Ruang Kelas: Laboratorium Peradaban

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Selasa, 22 September 2026 - 02:18

Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.