Kupang,- Di tengah badai yang mengguncang, di bawah langit yang gelap, sebuah mobil patwal terhempas arus banjir, membawa harapan dan kecemasan. Namun, di dalam hati yang kuat, Bupati Kupang Yosef Lede tetap berdiri, memimpin dengan keberanian dan kepedulian.
Kali Siumate Kecil, Desa Naitae, menjadi saksi bisu atas keberanian Bupati yang tidak gentar menghadapi risiko alam, Jumat (13/2/2026) pagi.
Mobil yang membawa 3 orang staf (Wali Pratama, Fotografer, dan Supir) hanyut sejauh 500 meter sebelum tersangkut pada pohon kecil di tengah kali, sehingga para penumpang dapat keluar dengan selamat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hanya beberapa detik saja perbedaan waktu yang menghindarkan kendaraan DH 1 B yang ditumpangi Bupati dari mengalami hal serupa. Meskipun mengetahui risiko alam seperti banjir dan longsor di musim penghujan, Bupati Yosef Lede tetap memilih untuk terjun langsung ke lapangan bersama Kadis PUPR Tonci Teuf dan Kasat Satpol PP Adi Lona.
Tujuan utama adalah melihat kondisi sarana prasarana jalan dan jembatan yang rusak atau bahkan belum tersedia di wilayah Fatuleu Barat hingga Amfoang, agar dapat diidentifikasi, dipetakan, dan diusulkan ke Pemerintah Pusat untuk segera mendapatkan intervensi pembangunan.
“Kehadiran saya di tengah cuaca ekstrim untuk melihat kondisi infrastruktur yang menyangkut akses masyarakat. Khususnya di Fatuleu Barat sampai Amfoang, di mana ada jalan dan jembatan yang rusak, putus, bahkan belum memiliki fasilitas yang baik. Hasil identifikasi ini akan diusulkan ke pusat untuk ditangani,” tegas Bupati Yosef Lede.
Sebelumnya, Bupati juga telah memantau beberapa bendung dan sarana irigasi di Kupang Timur dan Sulamu. Dengan keterbatasan keuangan daerah, ia menjelaskan pentingnya koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengatasi permasalahan sarana prasarana.
Bupati Yosef menyatakan akan terus berjuang untuk masyarakat meskipun dalam kondisi yang tidak mudah. Beliau mengingatkan peristiwa sebelumnya saat menghadiri pembukaan Sidang Klasis Fatuleu Timur di GMIT Betel Nunasi Desa Tanini, di mana kendaraan tim hampir terhanyut saat menyeberangi kali yang dalam sebelum berhasil ditolong oleh warga.
“Melewati kondisi sulit bukan hal baru, namun pelayanan terbaik kepada masyarakat yang utama,” tegasnya.
Dengan keberanian dan kepedulian, Bupati Yosef Lede membuktikan bahwa pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama.**








