“Berkelana” di 11 Sekolah Binaan dalam Wilayah Kabupaten Kupang (1)

Minggu, 9 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dra. Mery Tunu

Dra. Mery Tunu

“Berkelana” di 11 Sekolah Binaan dalam Wilayah Kabupaten Kupang (1)

Ketika Anda membaca judul ini, saya kira Anda akan tersenyum, mungkin akan menggeleng-gelengkan kepala, atau hal lainnya yang menunjukkan gestur yang hendak mengatakan sesuatu. Diksi “berkelana” yang digunakan dalam tanda petik itu menjadi pemantik situasi Anda. Mengapa saya menulis untuk bercerita tentang sekolah-sekolah di bawah pengawasan atau pembimbingan saya selaku seorang Pengawas Sekolah? Kedudukan saya selaku Pengawas Sekolah diatur dalam Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014. Dalam  Permendikbud ini kedudukan seorang Pengawas Sekolah yakni sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang pengawasan akademik dan manajerial pada satuan Pendidikan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengawasan akademik atau sering disebut supervisi akademik merupakan suatu kegiatan  yang dilakukan oleh pengawas satuan Pendidikan terhadap guru dalam melaksanakan tugasnya agar lebih professional dalam bidangnya. Unsur-unsur yang menjadi sasaran supervisi akademik meliputi sedikit-dikitnya tiga aspek yakni: perencanaan pembelajaran, pelaksanaan dan evaluasinya. Prinsip-prinsip yang digunakan dalam pelaksanaankegiatan supervisi (pengawasan) akademik yakni praktis, objektif, humanis, kooperatif, kekeluargaan, demokratis, komprehensif dan berkesinambungan.

Uraian dalam blog https://www.silabus.web.id/definisi-supervisi-manajerial/supervisi manajerial adalah fungsi supervisi yang berkenaan dengan aspek pengelolaan sekolah yang terkait langsung dengan peningkatan efisiensi  dan efektivitas sekolah mencakup: perencanaan, pelaksanaan, koordinasi, penilaian, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Sasaran supervise manajerial meliputi 8 aspek administrasi: kurikulum, keuangan, sarana/prasarana/perlengkapan, personalia, kesiswaan, hubungan sekolah dengan masyarakat, budaya dan lingkungan sekolah, serta aspek lainnya seperti: persuratan dan pengarsipan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demikian seri pertama tulisan saya. Pada seri kedua akan saya beberkan tentang konteks supervisi atau sekadar monitoring kegiatan pembelajaran dan kegiatan lainnya bila saya menggunakan kesempatan berada di sekolah-sekolah dimana penugasan saya sebagai Pengawas.

Penulis: Dra. Mery Tunu/Pengawas SMP Kab. Kupang
Editor: Heronimus Bani

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa
Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:49

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.