Bersama Kita Ciptakan Manusia Berkualitas Demi NTT Yang Sejahtera

Sabtu, 9 Juni 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Alan Wiyadi Putera (Mahasiswa Semester IV Jurusan Pendidikan Geografi – FKIP UNDANA)

Kupang,- Indonesia saat ini sedang berada dalam suatu masa dimana angka untuk dependency ratio (angka ketergantungan) berada dibawah 50. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, angka depency ratio Indonesia pada tahun 2015 adalah sebesar 48,6. Angka ini tidak akan melewati 50 sampai dengan tahun 2035, yaitu dengan angka 47,3.

Keadaan ini juga dapat membawa suatu keuntungan ekonomi bagi Indonesia, karena jumlah tanggungan penduduk usia produktif terhadap penduduk usia non- produktif menurun. Sehingga pengeluaran yang dikeluarkan penduduk usia produktif untuk memenuhi kebutuha penduduk usia non-produktif semakin kecil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan semakin kecilnya  pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan penduduk usia non-produktif, pendapatan masyarakat dapat dialokasikan ke hal lain seperti menabung dan menambah modal usaha sehingga kulaitas ekoomi masyarakat dapat menjadi lebh baik.

Yang menjadi tugas seluruh masyarakt Indonesia saat ini adalah bagaimana memanfaatkan kesempatan ini agar perekonomian masyarakat Indonesia dapat menjadi lebih baik. Salah satu hal uang harus dipersiapkan untuk menghadapi bonus Demografi ini adalah dengan memciptakan penduduk dengan kualitas yang baik dan siap bersaing dalam dunia kerja. Karena yang menjadi hal yang paling penting dalam pemanfaatan Bonus Demografi adalah penduduk pada usia kerja yang menjadi indicator Bonus Demografi tidak hanya produktif dari segi usia, tetapi harus juga produktif dalam bekerja  dan memiliki penghasilan.

Keberhasilan pencapaian Indonesia memasuki Era Bonus Demografi tidak dirasakan oleh oleh seluruh provinsi di Indonesia. Salah satu Provinsi yang tidak merasakan Bonus Demografi pada tahun 2015-dengan Tahun 2035 adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka Dependency ratio Provinsi NTT pada tahun 2015 adalah sebesar 66,7. Dan sampai deng tahun 2035, angka ini hanya menurun sampai 61,6.

Masalah utama yang menyebabkan provinsi NTT memiliki angka Dependecy ratio yang masih tinggi adalah karena angka fertilitas Provinsi NTT masih tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, anka Fertilitas Provinsi NTT untuk tahun 2012 adalah 3,30/. Artinya setiap wanita usia subur melahirkan sekitar 3 tiga orang anak. Hal inilah yang menyebabkan proporsi penduduk pada usia 0-14 tahun masih tinggi, provinsi NTT belum dapat memasuki Era Bonus Demografi sampai dengan Tahun 2035.

Namun, bukan berarti karena Provinsi NTT belum memasuki Era Bonus Demografi maka tidak perlu meningkatkan kualitas manusianya. Provinsi NTT harus tetap terus meningkatkan kualitas SDM. Karena dengan terus melaksanakan program keluarga berencana, membangun kesadaran masyarakat untuk menciptakan budaya keluarga kecil sejatera, serta mengurangi angka pernikahan dini, bukan suatu hal yang tidak mungkin bahwa kedepannya Provinsi NTT juga dapat merasakan Bonus Demografi.

Ini dimaksudkan agar pada saat kedatangan Era Bonus Demografi tersebut nantinya Provinsi NTT telah siap menghadapinya dengan manusia berkualitas yang Produktif, Kreatif, dan siap terjun kedalam dunia kerja.

Maka dari itu, mulai dari sekarang pemerintah dan seluruh Masyarakat NTT harus mulai mempersiapkan kualitas manusianya. Karena masih banyak yang harus dipersiapkan Provinsi NTT dalam hal mempersiapkan kualitas manusianya. Contohnya dari indikator pengukuran Indeks Pembangunan Manusia, angka harapan hidup Provinsi NTT masih berada pada 66,04 tahun. Sedangkan rata rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun keatas adalah 7,02 tahun. Sedangkan pengeluaran perkapita Provinsi NTT masih sebesar 7,122 juta rupiah pada tahun 2016 (BPS NTT, 2017).

Oleh karena itu pemeritah dan masyarakat khususnya orang tua, harus benar benar mempersiapkan generasi muda saat ini. Langkah awal yang harus dilakukan adalah bagaimana agar seluruh penduduk pada usia sekolah dapat mengenyam pendidikan paling kecil setingkat SMA atau bahkan sampai menyelesaikan Sarjana. Karena dengan pendidikan yang baik, penduduk dapat memiliki cukup pengetahuan dan keterampilan dalam bekerja. Selain itu melalui sekolah pernikahan usia dini dapat dihindari. Kemudian langkah yang kedua adalah menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya Program Keluarga Berencana dan pembatasan jumlah kelahiran.

Dengan terlaksana dua hal diatas dan dengan didukung program program lainnya, maka peningkatan kualitas manusia Provinsi NTT dapat tercapai, dan dapat berpengaruh besar bagi kemajuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat NTT. Oleh sebab itu peran dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan demi terciptanya  Provinsi NTT yang berkualitas.

Daftar Pustaka: https;//www.bps.go.id/statictable/2009/02/20/1271/angka-fertilitas-total-menurut-provinsi-1971-2012.htm

https;//ntt.bps.go.id/preslease/2017/04/20/635/ipm-nusa-tenggara-timur-2016.html

https;//www.bps.go.id/statictable/2014/02/18/deoendecy-ratio-menurut-provinsi-2010-2035.html

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Simon Petrus Kamlasi Dorong Penguatan Pertanian Jagung di Sumba Barat Daya
Musda Golkar Kabupaten Kupang Masuk Babak Panas, Alberto Tatibun Kantongi Dukungan Mayoritas
Mengenai Menari di Hadapan Tuhan dalam Bulan Budaya GMIT
Ayo Bergabung di Road To Event Academy GAMKI NTT, Langkah Besar Pemuda Flobamora Naik Kelas
Aksi Cepat Resmob Satreskrim Polres Kupang Tuntaskan Kasus Pencurian Hand Traktor
Liga Pendidikan Indonesia zona Amfo’ang Raya resmi ditutup
Kepemimpinan Janto di BPJN NTT Dorong Pembangunan Jalan Tepat Mutu dan Berdampak Nyata
Drama Gol dan Semangat Juang Membara di LPI 2026 zona Amfoang Raya

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 02:28

Simon Petrus Kamlasi Dorong Penguatan Pertanian Jagung di Sumba Barat Daya

Senin, 1 Juni 2026 - 01:10

Musda Golkar Kabupaten Kupang Masuk Babak Panas, Alberto Tatibun Kantongi Dukungan Mayoritas

Senin, 1 Juni 2026 - 00:39

Mengenai Menari di Hadapan Tuhan dalam Bulan Budaya GMIT

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:39

Aksi Cepat Resmob Satreskrim Polres Kupang Tuntaskan Kasus Pencurian Hand Traktor

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:09

Liga Pendidikan Indonesia zona Amfo’ang Raya resmi ditutup

Berita Terbaru

Ritual di bawah pohon beringin; foto: Arnichus Loit

Budaya

Asal-Usul dan Makna Filosofis nama Desa Nunuanah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:22

Konten tidak bisa disalin.