NAGEKEO,– Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTT yang berlangsung di Masjid Agung Mbay, Kabupaten Nagekeo, Selasa (23/6/2026) malam. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang dinilai memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat NTT.
Dalam agenda tersebut, Bobby Lianto didampingi Ketua KADIN Kabupaten Nagekeo Sambu Aurelius Ignatius. Turut hadir Ketua KADIN Kabupaten Ende Haji Herry Jufry serta Direktur Eksekutif KADIN NTT Mercy Siubelan bersama jajaran pengurus lainnya.
Pembukaan MTQ XXXI secara resmi dilakukan oleh Gubernur NTT melalui sambungan virtual dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan daerah dari berbagai kabupaten di NTT. Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Roch Adi Wibowo, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, dan Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun lebih dari sekadar seremoni keagamaan, pelaksanaan MTQ kali ini menyita perhatian karena kuatnya semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat. Penyelenggaraan MTQ untuk pertama kalinya di Kabupaten Nagekeo itu berlangsung dalam suasana penuh persaudaraan dan dukungan lintas agama.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi NTT, Mohamad Ansor, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo, masyarakat, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan MTQ menjadi cerminan nyata tingginya toleransi dan kerukunan umat beragama di NTT.
Nilai-nilai kebersamaan itu semakin terasa dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat serta kehadiran para pemuka agama Katolik dan Kristen yang menyampaikan pesan-pesan persaudaraan, saling menghormati, dan pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman.
Bobby Lianto mengaku terkesan dengan atmosfer MTQ yang sarat dengan nilai toleransi. Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat hidup berdampingan yang selama ini menjadi identitas NTT masih terjaga kuat di tengah masyarakat.
“MTQ ini memberikan pesan yang sangat kuat bahwa toleransi di NTT bukan sekadar slogan. Nilai itu hidup, tumbuh, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu saya menyebut NTT sebagai Nusa Tertinggi Toleransinya,” kata Bobby Lianto.
Menurut Bobby, kebersamaan yang terlihat sepanjang pembukaan MTQ merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan daerah. Ia berharap semangat persaudaraan yang ditunjukkan masyarakat Nagekeo dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Bobby juga berharap MTQ XXXI berjalan lancar hingga penutupan serta mampu melahirkan prestasi terbaik bagi para peserta. Ia menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan dan memperkokoh kerukunan masyarakat NTT.
“Semoga MTQ ini sukses sampai akhir pelaksanaan dan semakin mempererat persatuan masyarakat NTT. Inilah wajah NTT yang sesungguhnya, damai, harmonis, dan penuh toleransi,” pungkasnya.**








