KUPANG,- Di tengah semangat pelayanan yang terus menyala, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Nusa Tenggara Timur bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjelma menjadi panggung gerakan—tempat iman, aksi sosial, dan gagasan masa depan pemuda bertemu dalam satu tarikan napas perubahan.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GAMKI Provinsi NTT memperingati HUT ke-64 pada 23 April 2026 dengan rangkaian kegiatan yang menitikberatkan pada penguatan peran pemuda dalam menjawab berbagai persoalan sosial di daerah.
Perayaan yang mengusung tema “Pemuda Kristen Bergerak: Iman yang Bekerja, Melayani yang Berdampak” ini dirancang sebagai momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan kapasitas kader di bidang sosial, politik, dan ekonomi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Neil Rondo, mengatakan bahwa peringatan tahun ini difokuskan pada isu-isu krusial di NTT, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, serta kesiapsiagaan bencana.
“GAMKI harus hadir sebagai solusi. Iman tidak boleh berhenti di mimbar, tetapi harus bekerja dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Winston.
Salah satu agenda utama dalam peringatan ini adalah pelantikan Brigade Serbaguna (BRIGSENA) GAMKI. Pembentukan BRIGSENA ditujukan untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus menyiapkan kader sebagai garda terdepan dalam aksi sosial dan respons kemanusiaan.
Selain itu, GAMKI NTT juga meluncurkan program Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Tim Reaksi Cepat (TRC) Tanggap Bencana. Program ini dirancang untuk membekali kader dengan keterampilan dasar penanganan bencana, meningkatkan kesiapsiagaan komunitas, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Menurut Winston, langkah ini penting mengingat NTT merupakan wilayah yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam.
“GAMKI harus siap hadir di garis depan, cepat, terlatih, dan terorganisir,” katanya.
Pada puncak perayaan, DPD GAMKI NTT juga meluncurkan dua program pengembangan kapasitas pemuda, yakni Sekolah Demokrasi Pemuda Gereja dan Sekolah Event Organizer (EO) serta Wedding Organizer (WO).
Sekolah Demokrasi dirancang untuk membentuk kader muda yang memiliki kesadaran politik, kapasitas kepemimpinan publik, serta komitmen terhadap nilai demokrasi dan keadilan.
Sementara itu, Sekolah EO dan WO menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi kreatif pemuda dengan memberikan keterampilan praktis di bidang industri jasa dan penyelenggaraan acara.
Sebagai bentuk apresiasi, GAMKI NTT juga akan memberikan GAMKI Award kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan di NTT.
Penghargaan tersebut mencakup berbagai kategori, di antaranya bidang pertanian dan lingkungan hidup, politik dan kepemimpinan publik, seni dan budaya, advokasi hukum dan HAM, perdamaian dan toleransi beragama, tokoh perempuan inspiratif, kader/alumni GAMKI berdampak, serta orang muda inspiratif.
Ketua Panitia Pelaksana, Danny Tonu, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan untuk menghadirkan perayaan yang tidak hanya seremonial, tetapi juga berdampak langsung.
“Kami ingin memastikan bahwa HUT GAMKI tahun ini bukan hanya dirayakan, tetapi dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain pelantikan dan peluncuran program, kegiatan ini juga diisi dengan ibadah syukur, refleksi perjalanan organisasi, pemutaran video inspiratif, serta kebersamaan kader dari seluruh kabupaten/kota di NTT.
Melalui momentum HUT ke-64 ini, GAMKI NTT menegaskan komitmennya sebagai organisasi kepemudaan yang adaptif, kritis, dan solutif dalam menjawab tantangan zaman.**








