KUPANG,- Harapan ribuan warga di kawasan Amfoang, Kabupaten Kupang, mulai menemukan titik terang. TNI Angkatan Darat (TNI AD) resmi memulai pembangunan empat jembatan strategis di jalur Trans Amfoang sebagai upaya membuka kembali akses transportasi yang selama bertahun-tahun terputus akibat rusaknya infrastruktur penghubung.
Empat jembatan yang akan dibangun meliputi Jembatan Termanu, Jembatan Kapsali, Jembatan Bipolo, dan Jembatan Nunpisa. Seluruhnya menjadi bagian penting dari konektivitas wilayah Amfoang yang masuk kategori daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Dua di antaranya, yakni Jembatan Termanu dan Jembatan Kapsali di Kecamatan Amfoang Barat Daya, telah lama ambruk sehingga memutus akses utama masyarakat di sedikitnya empat desa. Setiap musim hujan, meningkatnya debit sungai menyebabkan transportasi lumpuh total. Aktivitas ekonomi terhenti, anak-anak kesulitan menuju sekolah, sementara warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan kerap tidak dapat dirujuk tepat waktu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Hendro Cahyono, meninjau langsung lokasi pembangunan Jembatan Termanu dan Kapsali di Desa Manubelon sebagai penanda dimulainya pekerjaan fisik proyek tersebut.
Dalam kunjungan itu, Danrem didampingi Dandim 1604/Kupang Letkol Arm Didit Prasetyo, Danyon Zikon 13/KE Letkol Czi Hilal, jajaran Korem 161/Wira Sakti, Kodim 1604/Kupang, Denzibang, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh adat, serta masyarakat setempat.
Rombongan disambut melalui prosesi adat sebelum berdialog dengan masyarakat, menyerahkan bantuan tas sekolah kepada siswa SD Oelamopu, dan meninjau titik pembangunan jembatan.
Brigjen TNI Hendro Cahyono mengatakan pembangunan jembatan merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang selama ini menghadapi kesulitan akibat terputusnya akses transportasi.
“Kami datang ke sini karena permintaan masyarakat Amfoang. Jembatan ini sangat vital bagi kehidupan masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, anak-anak sekolah maupun warga yang membutuhkan layanan kesehatan,” kata Hendro.
Ia menjelaskan pembangunan tersebut merupakan bagian dari program TNI AD yang dijalankan atas arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak untuk mempercepat pembangunan jembatan di berbagai daerah yang masih mengalami keterbatasan akses.
Menurut Hendro, keempat jembatan di Amfoang diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan serta kesehatan.
Pembangunan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Proyek dikerjakan personel Yonzipur yang didatangkan dari Jakarta dan diperkuat unsur konstruksi TNI AD lainnya.
Hingga kini, Satgas Jembatan TNI AD telah membangun sekitar 55 jembatan di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 25 jembatan di antaranya telah rampung dan dimanfaatkan masyarakat sebagai akses transportasi yang lebih aman dan andal.**








