Etno Arts Workshop Chiang Mai

Kamis, 8 Agustus 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh:

Roni Bani

cmbnews.id/-, Antara 22 Juli – 2 Agustus 2019, saya dan tim dari UBB GMIT Kupang mengikuti satu workshop di Payap University, Chiang Mai, Thailand. Workshop itu bernama Integrating Meaningful Cultural Forms into Language Development Materials for a Mother Tongue Education Program.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Workshop ini dihadiri peserta dari Indonesia (Kupang), Myanmar, Pakistan dan Thailand.

Dalam presentase sebagai laporan pada lembaga yang mengirim tim dari Kupang, saya gambarkan secara gamblang hasilnya bahwa paling kurang ada dua hal besar yang disampaikan dalam workshop ini. Tensi penyampaian 2 hal besar ini satu dengan lainnya tidak berimbang dengan pertimbangan praktis.

Pertama, teori-teori yang menjadi acuan atau pijakan proses pendidikan yang mengaktifkan anak, khususnya pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Teori-teori itu antara lain,whole brain, Bloom taxonomy, Social Environment, Known to Unknown dan Ages and Stages. Materi-materi yang teoritis ini disajikan kira-kira hanya 10% saja berhubung para peserta workshop bukan lagi mahasiswa calon guru, tetapi mereka adalah praktisi pendidikan di tempatnya masing-masing.

Kedua, praktik. Dalam hal praktik, ada 8 ketrampilan yang diharapkan tercapai.
Gambar acak (sequence pictures)
Gambar besar (big busy pictures)
Buku besar bergambar (big book)
Buku kecil bergambar (little book)
Menulis cerita untuk dibacakan (listening stories)
Cipta lagu (compose song) dan musik (music)
Menulia puisi (poem) dan seni berbicara (verbal arts)
Menari sederhana (simple dancing).
Semua ketrampilan ini diharapkan dimiliki oleh seluruh peserta.

Sebagai salah satu peserta dari tim Kupang saya merasakan betapa bermanfaatnya berjenis ketrampilan ini. Sayangnya tidak semua peserta dapat memiliki kedelapan ketrampilan ini secara utuh.

Begitulah ringkasan kisah hasil.belajar saya di Chiang Mai Thailand. Saya bagikan kiranya berkenan.

Amarasi Selatan, 7 Agustus 2019

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.