Goresan Luka Kecil Dibalik Cantiknya Pantai Lasiana

Jumat, 5 Oktober 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan sampah di salah satu sudut pantai Lasiana

Penampakan sampah di salah satu sudut pantai Lasiana

Penampakan sampah di salah satu sudut pantai Lasiana

Kupang-infontt.com,- Tempat wisata yang terkenal dan bahkan paling sering dikunjungi di Kota Kupang adalah pantai Lasiana. Di mana sejak tahun 1970-an pantai ini telah dibuka sebagai objek wisata untuk umum.

Pantai dengan luas berkisar 3 sampai 4 hektar itu, hingga sekarang masih menjadi favorit para wisatawan dan warga sekitar. Tak heran jika pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung apalagi di musim libur.

Menjadi tempat yang paling sering dikunjungi, bukan berarti Pantai Lasiana adalah tempat yang bersih dan nyaman. Untuk diketahui bersama bahwa di sebelah barat Pantai Lasiana terdapat sebuah pasar yang menjual bahan pokok dapur, lebih terkhususnya nelayan dan masyarakat sekitar pantai yang menjual ikan di tempat wisata ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasar yang tepat berdampingan dengan Pantai Lasiana ini adalah salah satu faktor pemicu sampah yang berserakan di mana-mana, terlebih lagi limbah dari sisa-sisa ikan yang dibuang dan dibiarkan begitu saja, membuat aroma tak sedap untuk dihirup bagi para pengunjung.

Masalah ini pun kelihatannya sudah diperhatikan oleh pemerintah dengan pengadaan tempat sampah dalam jumlah lumayan banyak yang terlihat hampir di semua sudut pantai.

Perhatian yang sama juga dilakukan oleh pemerintah terhadap fasilitas pasar, seperti memperluas area pasar, membersihkan limbah-limbah dan kotoran sekitar pasar.

Tapi kayaknya semua sumbangsi atau perhatian pemerintah rasanya belum cukup. Karena belum dipandang sebagai hal positif dari masyarakat sekitar dan pengunjung.

Masyarakat di sekitar dan pengunjung yang mampir di pantai Lasiana hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan kesegaran alam itu sendiri.

Seharusnya kesadaran kita untuk memperhatikan sampah dierah sekitar pantai yang berserakan, karena tanpa kita sadari kita sendiri telah membuat pantai Lasiana kurang sehat dan tidak elok dipandang serta dinikmati.

Kita bisa lihat saja, tempat yang cantik itu bukan menjadi pantai warna yang indah untuk dipandang tapi menjadi objek wisata yang penuh dengan sampah.

Perlu ditekankan bahwa kebersihan datang dari diri kita sendiri, di mana tempat kita berpijak maka di situlah harta sepanjang masa yang akan kita pakai untuk kelangsungan hidup generasi yang akan datang.

Penulis: Donyuan Bani

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ayo Bergabung di Road To Event Academy GAMKI NTT, Langkah Besar Pemuda Flobamora Naik Kelas
Aksi Cepat Resmob Satreskrim Polres Kupang Tuntaskan Kasus Pencurian Hand Traktor
Liga Pendidikan Indonesia zona Amfo’ang Raya resmi ditutup
Kepemimpinan Janto di BPJN NTT Dorong Pembangunan Jalan Tepat Mutu dan Berdampak Nyata
Drama Gol dan Semangat Juang Membara di LPI 2026 zona Amfoang Raya
Polda NTT Diminta Uji Diskrepansi Medis Forensik Kasus Kematian Vika Serwutun
Kuasa Hukum Keluarga Vika Serwutun Serahkan Memorandum Hukum ke Polda NTT
Roh Kudus turun ketika bumi luka

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 02:10

Ayo Bergabung di Road To Event Academy GAMKI NTT, Langkah Besar Pemuda Flobamora Naik Kelas

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:39

Aksi Cepat Resmob Satreskrim Polres Kupang Tuntaskan Kasus Pencurian Hand Traktor

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:09

Liga Pendidikan Indonesia zona Amfo’ang Raya resmi ditutup

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:40

Kepemimpinan Janto di BPJN NTT Dorong Pembangunan Jalan Tepat Mutu dan Berdampak Nyata

Senin, 25 Mei 2026 - 10:16

Polda NTT Diminta Uji Diskrepansi Medis Forensik Kasus Kematian Vika Serwutun

Berita Terbaru

Ritual di bawah pohon beringin; foto: Arnichus Loit

Budaya

Asal-Usul dan Makna Filosofis nama Desa Nunuanah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:22

Konten tidak bisa disalin.