Kupang,- Di sebuah ruang rapat yang dipenuhi dengan harapan dan keprihatinan, Gubernur NTT memimpin Rapat Penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT bersama para bupati/wali kota, Forkopimda se-NTT, dan Menteri P2MI/BP2MI Mukhtarudin secara daring.
Rapat yang digelar pada Selasa, (20/1/2026) ini bukan rapat biasa, karena yang dibicarakan adalah persoalann kemanusiaan dan martabat orang NTT. Turut hadir Ketua DPRD NTT, Emelia Julia Nomleni.
“Fakta yang kita hadapi masih berat. Mayoritas PMI asal NTT bekerja di sektor informal berisiko tinggi, dengan tujuan utama Malaysia. Hingga pertengahan Januari 2026, sudah 10 jenazah PMI dipulangkan ke NTT. Sebagian besar diduga berangkat secara nonprosedural. Ini bukan angka kecil, ini alarm serius bagi kita semua,” ujar Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan penduduk usia kerja lebih dari 4,2 juta jiwa dan angkatan kerja sekitar 3 juta orang, semangat orang NTT untuk bekerja sangat tinggi. Sayangnya, keterbatasan literasi, keterampilan, dan akses informasi membuat banyak yang berangkat tanpa perlindungan yang memadai.
Sesuai arahan Presiden RI, urusan PMI harus ditangani utuh: sebelum berangkat, selama bekerja, dan setelah pulang. Karena itu, Pemprov NTT akan membentuk dua tim khusus.
“Tim pertama fokus menyiapkan PMI yang berangkat resmi dan prosedural: dokumen, pelatihan bahasa, keterampilan, dan pemahaman budaya kerja,” jelasnya.
Selanjutnya, tim kedua fokus memerangi mafia pekerja migran dan jaringan ilegal yang selama ini merenggut banyak korban. Kita juga dorong solusi bagi PMI nonprosedural yang sudah di luar negeri, termasuk penertiban dokumen agar mereka bisa dilindungi negara.

“Terima kasih kepada Menteri P2MI dan semua pihak yang terlibat. Penanganan PMI di NTT akan kita lakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Kita siapkan yang berangkat dengan baik, dan kita lawan mafia dengan tegas,” kata Melki.
Menurutnya, dua sayap harus jalan bersamaan. Pemprov memastikan PMI asal NTT memiliki perlindungan yang memadai dan dapat bekerja dengan aman dan bermartabat.
“Kita akan terus berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup PMI asal NTT dan memastikan bahwa mereka dapat bekerja dengan aman dan bermartabat,” tandasnya.(*CMBN01)









