Hadirat Allah

Minggu, 21 Agustus 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi, hadirat AllahRenungkanlah! Bila saudara baru pulang dari mengikuti kebaktian/misa rutin, mengikuti kebaktian/misa sakramen, apa yang saudara rasakan bila berada di dalam gedung kebaktian? Mungkin saudara balik bertanya pada saya, apa maksudnya? Tentu saja kita yang berada di dalam gedung kebaktian menurut tata cara gereja masing-masing, mesti merasakan kehadiran Tuhan, hadirat Allah di dalam kebaktian ini. Artinya, semua orang mengetahui dan merasakan bahwa Allah yang adalah Roh sungguh-sungguh hadir di dalam kebaktian/misa tersebut. Maka, segala rasa hormat, segala kemuliaan dan kepujian hanya bagi-Nya. Jika demikian, apakah semua orang mau menundukkan keangkuhan dan kepongahan, ego dan keakuan kepada-Nya?

Seringkali orang lupa bahwa Tuhan Allah hadir di dalam RohNya bersama umat-Nya dalam ibadah/kebaktian/misa. Kehadiran-Nya “diwakilkan” kepada imam yang memimpin ibadah/kebaktian/misa pada hari itu. Pancaran kuasa dan kemuliaan-Nya terpusat dari sang imam. Pancaran itu menyebar ke se-anteru ruang ibadah/kebaktian/misa. Oleh karena itu, layak dan pantas jika orang tidak harus lalu-lalang di depan imam. Orang tidak harus mondar-mandir melakukan foto-foto di depan imam. Kebiasaan-kebiasaan seperti itu mesti dianggap sebagai telah menyepelekan kehadiran dan hadirat Allah di dalam ibadah/kebaktian/misa.

Apakah saudara menyadarinya?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kajian Komparatif Teologis-Antropologis Narasi Isteri Lot dan Ritual Sanu’ Nono
KKJ NTT dan AJI Kupang Bersuara: Bildad Tonak Diantara Pemberitaan dan Penghakiman
Anatomi Problematika Pendidikan Dasar di Indonesia
Di Antara Sawah dan Laut Ada Nama Usman Husin, Politik yang Menyapa dari Pintu Rumah Rakyat
Merawat Jiwa Bangsa di Panggung Kemerdekaan
Ketika PLT Ikut Bertanding: Dugaan Pelanggaran Etika Organisasi dalam Musda Golkar Kabupaten Kupang
Saat Arah Angin Berbalik, Dukungan untuk Alberto Tatibun Kembali Menguat
Jaga Netralitas!! Golkar Kabupaten Kupang Butuh Wasit, Bukan Pemain: PLT Wajib Berdiri di Atas Semua Kepentingan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:27

Kajian Komparatif Teologis-Antropologis Narasi Isteri Lot dan Ritual Sanu’ Nono

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:21

KKJ NTT dan AJI Kupang Bersuara: Bildad Tonak Diantara Pemberitaan dan Penghakiman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 02:48

Anatomi Problematika Pendidikan Dasar di Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:15

Di Antara Sawah dan Laut Ada Nama Usman Husin, Politik yang Menyapa dari Pintu Rumah Rakyat

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:01

Merawat Jiwa Bangsa di Panggung Kemerdekaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.