Jumat Belajar Perdana : Perempuan GMIT Kota Baru Ikut Inkubator Pangan Sehat untuk Mitigasi Ekonomi Jemaat

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ir. Zeth Malelak hadir tutor sekaligus mentor.

Ir. Zeth Malelak hadir tutor sekaligus mentor.

Kupang,- Perempuan GMIT Jemaat Kota Baru memulai langkah kecil yang berdampak besar lewat kegiatan perdana “Jumat Belajar” yang dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, di Pastori Ketua Sinode GMIT.

Kegiatan ini merupakan pilot program yang dirancang untuk memperkuat ketahanan ekonomi jemaat melalui inovasi produk pangan sehat dan organik, dengan pendekatan pelatihan yang langsung berbasis praktik.

Program ini diprakarsai oleh Perempuan GMIT Jemaat Kota Baru yang dipelopori oleh Pendeta Grace Pandie–Sjioen, bekerja sama dengan Sinode GMIT serta didukung oleh Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Winston Rondo, yang menghadirkan Ir. Zeth Malelak sebagai tutor sekaligus mentor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada pelatihan perdana ini, peserta mengikuti pelatihan pembuatan Jus Mangga dan Ice Cream Mangga sebagai produk inovasi awal. Pelatihan ini dilakukan sebagai langkah konkret untuk menaikkan nilai tambah buah mangga asal Semau yang sering berlimpah saat panen di musim panas, sehingga tidak hanya menjadi komoditas segar yang cepat rusak, tetapi dapat diolah menjadi produk sehat, layak konsumsi, dan bernilai ekonomi.

Hasil pelatihan pembuatan jus mangga dan ice cream mangga sebagai produk inovasi awal.

Jumat Belajar menjadi ruang belajar yang bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengantar peserta menghasilkan produk layak konsumsi, sehat, higienis, dan siap dikembangkan menjadi UMKM.

Kelas perdana ini menunjukkan energi yang luar biasa. Peserta Perempuan GMIT Jemaat Kota Baru mengikuti pelatihan dengan antusias, karena materi yang disampaikan tidak berhenti di teori, tetapi langsung dibuktikan lewat praktik produksi.

Suasana belajar pun dibuat cair, ada guyonan-guyonan teologis yang membumi, dipadu dengan bumbu akademik yang tajam sebagai ciri khas air Zeth Malelak, sehingga materi lebih mudah diserap dan lebih mungkin dipraktikkan setelah pelatihan.

Dalam penguatan narasi, Ketua Sinode GMIT juga mengingatkan bahwa berbagai riset dan laporan ekonomi dunia memprediksi tahun 2026 berpotensi menjadi fase ekonomi yang lebih terguncang di tengah dinamika geopolitik global dan masa pemulihan Indonesia pasca pandemi.

“Hari ini pun kita melihat tanda-tandanya, di mana daya beli melemah, belanja publik bergeser ke kebutuhan primer, dan konsumsi semakin terarah pada makan-minum yang sehat, pendidikan, serta kesehatan. Tekanan inflasi turut terasa, sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar kian menekan biaya hidup,” ujar Ketua GAMKI NTT, Winston Rondo.

Karena itu, Jumat Belajar hadir sebagai upaya mitigasi yang realistis, yaitu mengubah kelimpahan bahan baku dari kebun dan pertanian jemaat menjadi produk inovasi sehat bernilai ekonomi.

Program ini dirancang agar ke depan dapat direplikasi lintas jemaat dan klasis, dengan visi sederhana namun strategis: “Satu Gereja, Satu Produk Inovasi Unggulan.”

Ke depan, Jumat Belajar akan berjalan kontinu setiap minggu, hingga pada fase tertentu berkembang menjadi program unggulan gereja, bukan hanya mitigasi pangan, tetapi juga inkubator inovasi produk yang memperkuat etalase ekonomi jemaat melalui GG Mart sebagai ruang jual-beli dan distribusi produk pangan UMKM GMIT.

Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada Winston Rondo dan Ir. Zeth Malelak sebagai pakar ekonomi pertanian dan inovasi pangan, yang dengan talenta dan kerendahan hati mau berbagi, membimbing, dan menyalakan semangat baru bagi Perempuan GMIT untuk naik kelas, dari konsumen menjadi produsen, dari penerima keadaan menjadi pencipta peluang.

“Kita mulai dari langkah kecil. Tapi langkah kecil yang konsisten, bisa menjadi gerakan besar untuk jemaat yang lebih mandiri, sehat, dan berdaya,” kata Zeth Malelak .(*CMBN01)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Langkah Valen Kebo Pimpin PERBAKIN: Rapikan Organisasi, Siapkan Atlet NTT Berprestasi
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel
Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Suara Lantang Usman Husin dari Senayan: Ungkap Potret Nyata Kegelisahan di Kawasan Mutis
Motor Tak Kunjung Kembali, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polres Kupang 
Proyek Insinerator Rp5,9 Miliar Masuk Tahap Penyidikan di Kejati NTT 

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:23

Langkah Valen Kebo Pimpin PERBAKIN: Rapikan Organisasi, Siapkan Atlet NTT Berprestasi

Kamis, 16 April 2026 - 07:41

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Rabu, 15 April 2026 - 08:22

Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.