KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan daerah yang terintegrasi melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan dengan kehadiran Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTT, Ir. Benyamin Nahak, yang mewakili Gubernur NTT dalam Rapat Kerja Nasional ASPERAPI Tahun 2026.
Kegiatan berskala nasional yang berlangsung pada 10 hingga 12 April 2026 itu digelar di kawasan strategis pariwisata, Golo Mori Convention Center, Labuan Bajo. Forum ini menjadi ruang penting yang mempertemukan pemerintah daerah dengan pelaku industri pameran dari seluruh Indonesia dalam upaya memperkuat sinergi pembangunan dan promosi potensi daerah.
Dalam keterangannya, Benyamin Nahak menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah dalam forum tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi besar memperkuat posisi NTT dalam peta industri pariwisata dan investasi nasional. Ia menilai, sektor pameran memiliki peran signifikan dalam membuka akses promosi yang lebih luas bagi daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan menjadi fondasi utama dalam mendukung suksesnya berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional. Menurutnya, kesiapan infrastruktur tidak hanya menunjang kelancaran event, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Provinsi NTT, kata Benyamin, terus berupaya memastikan bahwa kawasan-kawasan strategis seperti Labuan Bajo tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif dan investasi. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah NTT.
Melalui momentum Rakernas ASPERAPI 2026 ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan pelaku industri pameran. Sinergi tersebut dinilai penting dalam menghadirkan berbagai event berkualitas yang mampu meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun global.
Pada akhirnya, partisipasi aktif Pemerintah Provinsi NTT dalam forum ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama yang solid antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membuka peluang ekonomi baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur.***









