Kasatker PJN Wilayah II Beberkan Langkah Strategis BPJN NTT Rehabilitasi Jembatan Mamlasi

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPJN NTT

BPJN NTT

KUPANG,- Ketika sebagian masyarakat masih menikmati cuaca yang mulai bersahabat setelah musim hujan berlalu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur justru memilih bergerak lebih cepat. Di balik kesibukan alat berat yang mulai bekerja di Jembatan Mamlasi, ruas Oelelo–Oenaek, Kabupaten Kupang, tersimpan sebuah komitmen besar untuk memastikan jalur strategis menuju wilayah perbatasan RI–Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) tetap aman dan dapat dilalui masyarakat tanpa rasa khawatir.

Langkah cepat itu dipimpin oleh Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, Fahrudin. Baginya, menjaga keselamatan pengguna jalan jauh lebih penting daripada menunggu kerusakan berubah menjadi bencana. Setelah hasil pemeriksaan teknis menunjukkan adanya pergeseran pada struktur bangunan bawah akibat gerusan tanah pascabanjir, BPJN NTT langsung mengambil keputusan melakukan rehabilitasi dan penguatan fondasi jembatan.

Keputusan tersebut mencerminkan cara kerja yang mengedepankan pencegahan. Bukan menunggu jembatan mengalami kerusakan berat, tetapi melakukan tindakan sejak dini agar infrastruktur tetap kokoh menghadapi musim hujan berikutnya. Pendekatan seperti ini menjadi bukti bahwa pembangunan jalan nasional tidak hanya berbicara tentang membangun, tetapi juga menjaga aset negara agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fahrudin menjelaskan bahwa Jembatan Mamlasi merupakan jembatan eks jalan provinsi yang kemudian beralih status menjadi jalan nasional. Saat proses alih status dilakukan, kondisi jembatan masih dinilai layak sehingga belum membutuhkan penggantian. Namun dinamika alam, khususnya banjir yang melanda beberapa waktu lalu, menyebabkan perubahan kondisi tanah pada bagian bawah jembatan yang harus segera ditangani secara profesional.

Di lapangan, pekerjaan rehabilitasi difokuskan pada penguatan bangunan bawah atau substructure. Langkah ini bertujuan mengunci stabilitas fondasi sehingga pergerakan tanah tidak berkembang menjadi ancaman yang dapat memengaruhi keseluruhan struktur jembatan. Penanganan teknis tersebut menjadi bagian dari standar kerja BPJN NTT dalam memastikan setiap infrastruktur nasional tetap memenuhi aspek keamanan dan keselamatan.

Keberadaan Jembatan Mamlasi sendiri memiliki nilai strategis yang sangat penting. Selain menghubungkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara, jembatan ini juga menjadi salah satu jalur vital menuju kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor-Leste. Karena itu, menjaga keandalannya bukan hanya soal kelancaran transportasi, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga konektivitas wilayah perbatasan.

Gerak cepat yang dilakukan BPJN NTT melalui kepemimpinan Fahrudin menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak berhenti setelah proyek selesai dibangun. Pemeliharaan, rehabilitasi, dan respons cepat terhadap potensi kerusakan merupakan bagian dari tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sikap proaktif seperti inilah yang menjadi fondasi penting dalam mewujudkan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan.

Di tengah proses pekerjaan yang masih berlangsung, BPJN NTT mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung penyelesaian rehabilitasi Jembatan Mamlasi. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pekerjaan dapat rampung sesuai target sehingga akses menuju berbagai wilayah, termasuk kawasan perbatasan negara, kembali berfungsi secara optimal, aman, dan menjadi simbol nyata hadirnya negara dalam menjaga konektivitas hingga ke pelosok Nusa Tenggara Timur.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pihak Bildad Thonak Minta Polda NTT Lanjutkan Proses Hukum dan Semua Fakta Harus Diuji
Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur
Polemik Kepengurusan Swasti Sari, Pengurus Tegaskan Mekanisme UKK
Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”
BPJN NTT Sukses Tangani Proyek Sabuk Merah di Ujung Negeri, Jalan yang Membawa Harapan
KKJ NTT dan AJI Kupang Bersuara: Bildad Tonak Diantara Pemberitaan dan Penghakiman
Dugaan Muskot Ilegal Guncang PBVSI Kota Kupang, Empat Orang Dilaporkan ke Polisi
Menyalakan Asa dari Wilayah 3T, KADIN NTT Tuai Apresiasi Presiden

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:25

Pihak Bildad Thonak Minta Polda NTT Lanjutkan Proses Hukum dan Semua Fakta Harus Diuji

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:35

Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 00:28

Polemik Kepengurusan Swasti Sari, Pengurus Tegaskan Mekanisme UKK

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:30

Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 02:24

BPJN NTT Sukses Tangani Proyek Sabuk Merah di Ujung Negeri, Jalan yang Membawa Harapan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.