Kupang,- Polres Kupang resmi menaikkan status dugaan kasus pengeroyokan di Desa Oenuntono dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Keputusan ini diambil setelah penyidik meyakini benar terjadinya dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap korban Onisimus Boimau.
Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H, melalui Kasat Reskrim Polres Kupang, AKP Helmi Wildan, S.H, menyampaikan bahwa penyidik resmi menaikan kasus tersebut ke tahap penyidikan setelah melakukan serangkaian pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti.
“Surat bukti visum terhadap korban sudah diambil oleh Kanit saya, dan kasusnya sudah digelar kemarin,” ujar AKP Helmi Wildan, S.H, Selasa (13/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyidik Satreskrim Polres Kupang sepakat meningkatkan status perkara tersebut dari penyelidikan ke tahap penyidikan, sebagai bentuk keseriusan institusi dalam merespons laporan masyarakat terkait tindakan represif yang dilakukan oleh masyarakat.
“Status kasusnya kami naikkan ke tahap penyidikan setelah melewati rangkaian pemeriksaan dan pengumpulan bukti. Penyidik meyakini benar terjadi dugaan tindak pidana tersebut,” jelas AKP Helmi.
Kasat Reskrim Polres Kupang menegaskan komitmennya untuk memproses kasus ini secara transparan dan menjamin tidak memberikan perlindungan bagi anggota yang terbukti melanggar hukum.
KRONOLOGI
Sebelumnya, seorang warga lanjut usia (Lansia) di Desa Oenuntono, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Onisimus Boimau (60) diduga telah dianiaya beramai-ramai oleh empat orang warga lainnya pada 31 Desember 2025.
Atas kejadian tersebut, Jongki Monaris Boimau, anak korban yang saat itu bersama ayahnya di kebun telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kupang pada 1 Januari 2026 lalu.
Laporan tersebut tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: LP/B/1/XII/2025/SPKT/Polres Kupang/Polda NTT.
Dalam laporan polisi tersebut, Jongki melaporkan Misraim Manggoa, Felbileni Foni-Manggoa, Gusto Manggoa, dan Naftali Manggoa sebagai pihak yang diduga telah melakukan dugaan tindak pidana menganiaya secara bersama-sama terhadap ayah kandungnya.
Keluarga korban berharap kasus ini dapat diproses secara adil dan transparan, serta pelaku dapat dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.(*CMBN01)









