Kepalkan Tangan ke Atas, Covid Melanda dan Kita Belum Merdeka

Selasa, 10 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ady Hermanus

Penulis: Ady Hermanus

Salam Sehat Bagi Kita Semua

Melihat bendera Merah Putih dan umbu-umbul warna-warni di sepanjang jalan serta depan-depan rumah dengan berbagai macam ukuran dan bentuk mulai terlihat berkibar pertanda kita akan kembali memperingati sebuah momen yang sangat bersejarah bagi bangsa kita, Indonesia Merdeka.

76 tahun sudah perang melawan penjajah berakhir, dengan semangat perjuangan pahlawan negara. Semangat yang membara untuk satu tujuan, hidup bebas dan terlepas dari segala kesengsaraan penjajahan yang begitu kejam kala itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memperingati Kemerdekaan pada masa pandemi covid-19 tentu memiliki makna tersendiri, suasana dan perasaan yang berbeda dari masa-masa sebelumnya.

Saat ini kita tidak menghadapi musuh secara langsung atau nyata wujudnya, kita melawan virus yang tidak hanya menyerang manusia tetapi juga menyerang pada aspek kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya.

Kejadian ini membuat dampak yang cukup buruk bagi kehidupan kita semua saat ini, pengusaha dari kalangan atas menengah sampai ke bawah pun terkena imbas yang cukup buruk akibat pandemi covid-19 ini.

Bagi penulis, perang ternyata belum berakhir, jangan bilang sudah merdeka, kita belum merdeka. Sorakan kemerdekaan hanya semangat yang tak beralasan pasti, bagaimana dengan covid-19? Kota bersorak sedangkan mereka yang terkena covid bahkan ada yang meninggal bagaimana? Artinya kemerdekaan melawan covid belum selesai, Indonesia masih menangis.

Kita masih perlu solid untuk menyelelesaikan masalah covid-19 saat ini. Arahan pemerintah wajib dipatuhi tanpa alasan satupun. Jadikan perlawanan terhadap covid sebagai prioritas utama yang harus dilawan bersama-sama.

Janganlah kita terus saja terjajah oleh pemikiran yang sangat egois, himbauan dihiraukan, toleransi dipermainkan, bahkan kematian pun kdiacuhkan. Ini kah yang disebut kemerdekaan? Kita terus bangga dengan keegoisan? Mau sampai kapan terus dijajah oleh sifat egoh kita?

Merdeka itu apa? Apakah hanya sekedar kibarkan bendera dan umbul-umbul di tanah ibu pertiwi? Merdeka itu terbebas, terbebas dari segala penderitaan dan halangan yang menghambat.

Tetapi mengapa sudah hampir 2 tahun lebih, sepertinya kebebasan kita begitu terhalang, kebebasan kita dibatasi? Tentu kita merindukan suasana Indonesia di tahun-tahun sebelumnya, kita tentu sangat merindukan semarak perayaan-perayaan yang begitu penuh dengan gegap gempita nan gembira.

Jika kita mempunyai kerinduan untuk merdeka dari pandemi covid-19 ini, apa yang harus kita perbuat sekarang? Kita sedang berjuang menghadapi krisis hampir di semua aspek, pada masa seperti ini bukan saatnya lagi saling menyalahkan melainkan harus saling menopang untuk menyelesaikan persoalan ini.

Hilangkanlah rasa egois kita dan tumbuhkan rasa solidaritas untuk saling bekerja sama mengatasi pandemi Covid-19 ini. Memang dalam situasi seperti ini tidaklah mudah, tetapi semangat untuk merdeka haruslah tetap menyala, agar kerinduan besar akan kebebasan dari pendemi covid-19 dapat tercapai dan kepentingan kesejahteraan kita bisa raih. Merdeka

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Langkah Valen Kebo Pimpin PERBAKIN: Rapikan Organisasi, Siapkan Atlet NTT Berprestasi
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel
Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Suara Lantang Usman Husin dari Senayan: Ungkap Potret Nyata Kegelisahan di Kawasan Mutis
Motor Tak Kunjung Kembali, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polres Kupang 
Proyek Insinerator Rp5,9 Miliar Masuk Tahap Penyidikan di Kejati NTT 

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:23

Langkah Valen Kebo Pimpin PERBAKIN: Rapikan Organisasi, Siapkan Atlet NTT Berprestasi

Kamis, 16 April 2026 - 07:41

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Rabu, 15 April 2026 - 08:22

Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.