Kepedulian Hati Yusinta Nenobahan: Tangan yang Menguatkan Generasi Muda TTS

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yusinta Nenobahan bersama Allo Punuf usai membeli laptop untuk keperluan kuliah.

Yusinta Nenobahan bersama Allo Punuf usai membeli laptop untuk keperluan kuliah.

KUPANG,- Di sebuah sudut sederhana dari tanah Timor, seorang anak muda bernama Allo Punuf memilih bertahan di tengah kerasnya kehidupan. Ia tidak membawa kemewahan, hanya sekarung jagung kiriman orang tua dan mimpi besar untuk menjadi seorang guru.

Setiap hari Allo menjajakan jagung dengan langkah yang kadang lelah namun tidak pernah benar-benar patah. Di balik senyumnya, ada perjuangan panjang seorang anak kampung yang menolak kalah pada keadaan.

Ia memahami bahwa pendidikan bukan jalan yang mudah bagi anak-anak desa yang hidup dalam keterbatasan. Namun justru dari kesederhanaan itu, Allo belajar bahwa harapan harus diperjuangkan walau dengan tangan yang gemetar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cerita perjuangan itu perlahan menyentuh hati banyak orang setelah diunggah ke media sosial. Di antara ribuan mata yang melihat, ada satu hati yang tidak hanya tersentuh, tetapi juga memilih bertindak.

Perempuan itu adalah Yusinta Ningsih Nenobahan, seorang wanita Timor asal Kabupaten Timor Tengah Selatan yang dikenal sebagai pengusaha sukses. Namun lebih dari itu, ia adalah seseorang yang percaya bahwa keberhasilan tidak ada artinya bila tidak mampu menjadi cahaya bagi orang lain.

Ketika bertemu langsung dengan Allo, Yusinta melihat sesuatu yang jarang dimiliki banyak orang. Ia melihat semangat yang tidak dibeli oleh uang dan keteguhan yang tidak diajarkan oleh kemewahan.

Tanpa banyak bicara, Yusinta memutuskan membantu perjalanan kuliah Allo hingga wisuda nanti. Ia memberikan laptop dan dukungan biaya pendidikan agar mimpi anak muda itu tidak berhenti di pinggir jalan kehidupan.

Bagi Yusinta, sesungguhnya Allo bukan anak yang berkekurangan. Yang sesungguhnya kurang adalah kepedulian banyak orang mampu yang sering lupa menoleh kepada mereka yang sedang berjuang dalam diam.

Di tengah percakapan sederhana itu, Yusinta menyampaikan pesan yang kemudian menyentuh hati banyak orang. Ia berkata bahwa hidup mungkin hanya memberi kita tiga persen kekuatan, tetapi tugas manusialah mengubah tiga persen itu menjadi sembilan persen harapan.

Dan ketika seseorang berhasil berdiri, jangan pernah lupa memberikan kembali tiga persen itu kepada mereka yang belum sempat merasakan kesempatan yang sama. Sebab dunia tidak berubah oleh orang-orang besar saja, tetapi oleh hati-hati kecil yang memilih saling menguatkan.

  • Tentang Kepedulian yang Tidak Ingin Dipuji

Yusinta memahami bahwa media sosial sering dipenuhi penilaian dan prasangka. Namun ia percaya, selama sesuatu dilakukan dengan tulus dan tidak merugikan siapa pun, maka kebaikan tetap pantas disebarkan.

Baginya, unggahan tentang Allo bukan untuk mencari perhatian atau pujian manusia. Ia hanya ingin semakin banyak orang membuka mata bahwa di sekitar mereka masih ada anak-anak yang sedang berjuang mempertahankan mimpi.

Justru dari media sosial itulah pertemuan mereka terjadi. Sebuah unggahan sederhana tentang perjuangan menjual jagung menjadi jembatan yang mempertemukan kepedulian dengan harapan.

Yusinta percaya teknologi tidak selalu membawa kebisingan dan kebencian. Di tangan orang-orang yang memiliki hati, media sosial dapat menjadi jalan Tuhan mempertemukan mereka yang membutuhkan dengan mereka yang mampu membantu.

Namun kisah ini menjadi semakin menggetarkan ketika Yusinta menawarkan sebuah motor kepada Allo. Banyak orang mungkin akan langsung menerima, tetapi tidak dengan anak muda itu.

Allo memilih menolak bantuan motor tersebut dengan penuh hormat. Ia ingin setiap langkah menuju mimpinya tetap dilalui dengan perjuangan, sebab ia percaya proses yang berat akan membentuk hati yang kuat.

Keputusan itu membuat banyak orang terdiam. Di usia muda, ketika sebagian orang mengejar kemudahan, Allo justru memilih jalan panjang yang penuh luka demi menjaga harga dirinya sebagai pejuang kehidupan.

Di mata Yusinta, penolakan itu bukan bentuk kesombongan. Itu adalah tanda bahwa kemiskinan tidak pernah mampu mencuri martabat seseorang yang memiliki mimpi besar.

Kisah Allo dan Yusinta akhirnya bukan sekadar tentang bantuan pendidikan. Ini adalah cerita tentang bagaimana manusia masih bisa saling menyelamatkan hanya dengan sedikit kepedulian dan keberanian untuk peduli.

Dan mungkin benar, dunia tidak selalu membutuhkan orang kaya untuk mengubah kehidupan orang lain. Dunia hanya membutuhkan lebih banyak manusia yang hatinya masih mampu menangis ketika melihat sesamanya sedang berjuang sendirian.

Penulis: Chris Bani, S.H

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang
Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur
Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan
UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan
Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan
Dukungan Penuh Daniel Taimenas Perluas Akses KUR Bank NTT bagi UMKM
Soal Keberatan Tiga Anggota DPRD TTU, Egiardus Bana Desak BK Berpedoman pada UU 30/2014
Silaturahmi Bawaslu dan PKB Kabupaten Kupang, Sinergi Menuju Tahapan Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:12

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03

Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:53

Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:40

UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:37

Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.