Ketika Mahasiswi Ilmu Komunikasi Unwira Kupang Bicara Marketing Politik 

Senin, 25 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frindis Rosi Ora

Frindis Rosi Ora

Penulis: Frindis Rosi Ora (Mahasiswi Semester 2, Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang) 

Kupang-InfoNTT.com,- Sebelum saya menulis, saya ingin memberikan disclaimer terlebih dahulu bahwa saya merupakan seorang mahasiswi yang tengah belajar menulis. Tulisan ini merupakan karya perdana saya. Jika kemudian ada hal-hal yang perlu dikritik ataupun ada usul saran, kiranya menjadi baik agar bisa terus belajar dan mengasah setiap tulisan saya kedepan.

Saya mengawali tulisan ini pada hari Senin, 25 Maret 2024. Seluruh Mahasiswa Jurusan ilmu komunikasi (Jikom) Unwira Kupang angkatan 2023 mengikuti kelas dengan mata kuliah Komunikasi Politik. Yang mana materi yang dibahas adalah “Marketing Politik”, bersama Dosen Maikhel Rajamuda Bataona, S.sos.,M.I.Kom.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penjelasan tersebut, saya mendapat ilmu bahwa pada dasarnya marketing adalah pemasaran. Dalam pemasaran bidang politik yang diperjual-belikan bukan tentang barang atau jasa, tetapi objeknya adalah manusia.

Dibalik manusia, yang dijual adalah citra untuk mendapatkan dukungan atau (konstituen). Yang mana dalam marketing politik yang paling mahal adalah gagasan, karena melalui gagasan seseorang dapat membangun dan mempengaruhi khayalak citra publik.

Selanjutnya, guna bisa mendapatkan konstituen, diperlukan media sosial ataupun media massa baik itu online, elektronik maupun koran, yang kemudian berfungsi sebagai marketing politik guna mengkomudifikasi segala aspek tentang politik.

Selain itu marketing politik juga bisa dilakukan para kandidat dengan kampanye melalui flyer digital dan baliho.

Di Indonesia sendiri, sistem media yang di pakai adalah liberal dan respon bility, artinya semua hal yang dipublikasikan bebas akan tetapi bertanggung-jawab penuh dengan data yang akurat.

Inilah pentingnya marketing politik bagi para kandidat calon pemimpin yang meleburkan diri melalui politik. Tentu marketing politik punya hitungan harganya. Jika kreatifitas menjadi dasar berlari dalam politik, bisa saja tanpa rupiah pun seseorang bisa menjadi pemimpin melalui jalur politik.

Mari kita sama-sama bergerak dalam gagasan dengan kreatifitas masing-masing. Dunia terus bergerak maju, jangan menjadi apatis terhadap perkembangan teknologi informasi maupun digitalisasi modern. ***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa
Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:49

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.