Kisah Masyarakat Sanenu Dalam Mengejar Masa Depan Anak Kampung

Kamis, 6 Juni 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh:
Yakob Ora-Bani | (Guru SD Inpres Sanenu

Oleh: Yakob Ora-Bani | (Guru SD Inpres Sanenu

cmbnews.id/,- Perjalanan panjang SD Inpres Sanenu penuh dengan tekad dari ide seorang yang didukung oleh 17 KK dengan jumlah jiwa sekitar 50 orang.

Modal keberanian dengan pola pikir intelek serta perlu berpikir secara jenius agar tindakan positif dengan kerja sama maka akan menghasilkan seperti yang dialami SD Inpres saat ini.

Sebelum kehadiran SD Inpres Sanenu yang ada sekarang ini, sudah ada gagasan sekolah yang harus ada di Sanenu, akan tetapi oleh karena kurangnya informasi dan transportasi saat itu, maka SD Inpres yang seharusnya berlokasih di Sanenu berpindah tempat di Puan tepatnya di pusat Desa Bokong.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekolah yang seharusnya ada di Sanenu tapi berpindah tempat di Puan karena waktu itu, ketika bahan bangunan diangkut bukannya di antar ke Sanenu tetapi ke Bokong (nama Desa di kampung Puan) yang dinamakan SD Inpres Puan.

Walaupun harus melewati berbagai tantangan, namun mimpi untuk terus memperjuangkan kehadiran sekolah di Dusun Sanenu oleh 17 KK yang dipimpin oleh bapak Eliud Batmalo tak padam.

Bapak Eliud Batmalo berjuang untuk membuka akses jalan, sambil berjuang agar akses jalan harus ada agar dapat menghubungkan Baumata ke Sanenu (waktu itu belum ada jalan raya).

Waktu yang ditunggu tiba, peletakan batu pertama pembangunan SD INPRES SANENU oleh Bupati kupang Tahun 1982 yaitu bapak Ady Moningka pun tercapai.

Ada juga kisah lain yang mampir ke pena penulis, entah bagaimana ceritanya? Namun menurut salah satu sumber bahwa pada saat itu SD Inpres Sanenu seharusnya berlokasi di Oebufu tetapi karena lokasihnya belum jelas maka sekolah tersebut dipindahkan ke Sanenu bersama dengan seorang gurunya bernama Nahun Tafui.

Kepala sekolah waktu itu ialah bapak Yesaya Bollo, dan guru gurunya adalah Nahum Tafui yang menjabat sejak penempatan sampai pensiun Tahun 2018), Silas Fallo (pindah dari Sabu ke Sanenu tahun 1982 dan pensiun tahun ajaran 2015/ 2016).

Kepala sekolah pertama SD Inpres Sanenu yakni Yesaya Bollo, kemudian Samuel Nesimnahan, Yunus Taopan dan kepala sekolah saat ini (2019) Marselinus P. Djata ,S.Pd.

Setelah SD Inpres Sanenu, pergumulan masyarakat terus berlanjut untuk berusaha hadirkan Sekolah Tingkat Pertama (SMP). Mimpi ini terjawab dengan adanya SMP 2 TAEBENU SATAP Tahun 2007. Masyarakat kemudian terus berusaha tentang kemajuan pendidikan, dan hadirlah PAUD MELATI SANENU, lalu di tahun 2012 di Sutin Sanenu ada pendidikan Sekolah menengah tingkat atas yakni SMA NEGERI 2 TAEBENU di Sanenu.

Kampung Sanenu sendiri jika dilihat dari sudut pandang wilayah, maka daerah ini adalah wilayah pemerintahan desa yang terluas di Kecamatan Taebenu dari 8 desa yang ada.

Menurut penulis, apa yang lebih penting sehingga perkembangan di Sutin Sanenu berjalan maju? Jawabannya adaah selalu berpikirb positif untuk kemajuan, Berdoa dan bekerja bersama.

Keberhasilan yang di dapat bukan karena kuat dan hebatnya orang tua dan masyarakat, tetapi oleh karena kebersamaan persatuan dan kesatuan yang diikat oleh adat dan budaya setempat. (***Bersambung)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa
Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:49

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.