Komitmen Stevano Rizki Adranacus Wujudkan Mimpi 16.150 Anak NTT Tetap Sekolah 

Jumat, 17 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Chris M. Bani, S.H

(Advokat & Konsultan Hukum)

KUPANG,- Tidak semua perjuangan seorang wakil rakyat terlihat di layar televisi atau menjadi tajuk utama pemberitaan. Sebagian justru hadir dalam bentuk yang sederhana, ketika seorang anak kembali tersenyum karena bisa tetap bersekolah, atau ketika seorang ibu tak lagi cemas memikirkan biaya pendidikan putra-putrinya. Di sanalah arti sesungguhnya dari sebuah pengabdian kepada rakyat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Nusa Tenggara Timur, masih banyak keluarga yang harus berjuang keras agar anak-anak mereka tetap bertahan di bangku pendidikan. Keterbatasan ekonomi sering kali menjadi alasan mengapa mimpi-mimpi besar terpaksa dikubur sebelum sempat diwujudkan. Bagi banyak orang tua, menyekolahkan anak hingga lulus merupakan perjuangan yang tidak ringan.

Kenyataan itulah yang terus menjadi perhatian Stevano Rizki Adranacus, Anggota DPR RI Komisi X. Baginya, pendidikan bukan sekadar urusan ruang kelas atau buku pelajaran. Pendidikan adalah jalan keluar dari lingkaran kemiskinan, sekaligus jembatan menuju masa depan yang lebih baik bagi generasi NTT.

Sebagai wakil rakyat yang memperoleh amanah dari masyarakat NTT II, Stevano memilih untuk menjadikan pendidikan sebagai salah satu fokus perjuangannya di Senayan. Amanah yang diberikan rakyat tidak dipandang sebagai jabatan semata, melainkan sebagai tanggung jawab untuk memastikan setiap kebijakan negara benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok desa.

Melalui jalur Aspirasi Program Indonesia Pintar (PIP), Stevano terus memperjuangkan agar bantuan pendidikan pemerintah dapat menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan. Perjuangan itu dilakukan dengan harapan sederhana tetapi sangat berarti: jangan ada anak NTT yang berhenti sekolah hanya karena orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikan.

Kerja tersebut kini membuahkan hasil nyata. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 16.150 siswa di Daerah Pemilihan NTT II telah menerima manfaat Program Indonesia Pintar melalui jalur aspirasi yang diperjuangkannya. Angka ini bukan sekadar statistik administratif, melainkan representasi dari ribuan mimpi yang tetap hidup.

Di balik angka 16.150 itu, ada ribuan kisah perjuangan. Ada anak petani yang kini tetap bisa membeli perlengkapan sekolah. Ada anak nelayan yang masih dapat mengejar cita-citanya. Ada pula keluarga sederhana yang tidak lagi dihantui kekhawatiran anak mereka harus berhenti belajar karena keterbatasan biaya.

Program Indonesia Pintar pada akhirnya bukan hanya memberikan bantuan finansial. Program ini menghadirkan rasa optimisme bahwa negara benar-benar hadir bagi masyarakat yang membutuhkan. Ketika bantuan itu sampai kepada siswa yang berhak, sesungguhnya negara sedang menjaga agar kesempatan memperoleh pendidikan tetap terbuka bagi semua anak bangsa.

Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, Stevano memahami bahwa kualitas sumber daya manusia tidak dibangun dalam waktu singkat. Karena itu, investasi terbesar yang harus terus diperjuangkan adalah memastikan anak-anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara, tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi keluarganya.

Perjuangan menghadirkan PIP bagi belasan ribu siswa juga menjadi bukti bahwa fungsi representasi seorang anggota DPR RI dapat diwujudkan melalui kerja konkret. Kehadiran wakil rakyat tidak hanya diukur dari aktivitas di ruang sidang, tetapi juga dari sejauh mana hasil perjuangannya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat yang diwakilinya.

Bagi Stevano Rizki Adranacus, setiap anak yang tetap bertahan di bangku sekolah merupakan kemenangan bersama. Sebab ketika satu anak berhasil mempertahankan pendidikannya, sesungguhnya satu keluarga sedang diberi kesempatan untuk mengubah masa depannya. Dan ketika ribuan anak memperoleh kesempatan yang sama, Nusa Tenggara Timur sedang mempersiapkan generasi yang lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih berdaya saing.

Perjalanan ini tentu belum selesai. Masih banyak anak-anak NTT yang membutuhkan perhatian dan dukungan agar dapat mengenyam pendidikan yang layak. Namun, perjuangan menghadirkan manfaat Program Indonesia Pintar bagi 16.150 siswa menjadi bukti bahwa amanah rakyat dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata.

Dari Senayan, harapan itu terus dijaga agar semakin banyak anak NTT yang dapat bermimpi, belajar, dan kelak menjadi pemimpin bagi daerahnya sendiri.***

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa
Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:49

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.