Korban Pengeroyokan di Oenuntono Takut Pulang Kampung, Trauma Dua Tersangka Masih Bebas Berkeliaran

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wajah korban (Onisimus Boimau) babak belur akibat kekerasan yang dilakukan Tersangka Misraim Manggoa.

Wajah korban (Onisimus Boimau) babak belur akibat kekerasan yang dilakukan Tersangka Misraim Manggoa.

Kupang,- Di tengah kesunyian malam, media ini bertemu dengan Onisimus Boimau (60 tahun), korban pengeroyokan di Desa Oenuntono, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang yang terjadi pada 31 Desember 2025.

Korban yang didampingi kuasa hukumnya Aris Tanesi, S.H, menyampaikan bahwa hingga saat ini bayang-bayang kekerasan masih menghantui jiwa korban. Rasa trauma yang mendalam membekam dalam ingatannya, setiap kali terkenang saat-saat brutal ketika dipukul oleh Tersangka Misraim Manggoa.

Pukulan menggunakan buah kelapa bertunas itu tidak hanya melukai fisik, tapi juga menghancurkan ketenangan jiwa. Ada juga aksi lanjutan main hakim sendiri yang dilakukan tersangka Misraim Manggoa setelah anak korban Yongki Boimau jatuh akibat dikeroyok tersangka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah menjalani visum, korban tidak lagi berani kembali ke kampung halamannya di Desa Oenuntono, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang. Kenangan pahit itu terlalu berat untuk dihadapi sendirian. Untuk sementara, ia memilih tinggal di Kota Kupang, berlindung di kediaman anak sulungnya, mencari ketenangan dan perlindungan dari luka-luka yang masih terasa,” ungkap Aris Tanesi, Kamis (29/1/2026) malam.

Namun, rasa trauma itu tidak hanya berasal dari kejadian pengeroyokan saja. Ketakutan yang lebih besar menghantui, karena kedua tersangka, Misraim Manggoa dan istrinya Leni Manggoa, masih bebas berkeliaran di luar. Polisi belum menahan mereka, membuat korban merasa tidak aman dan terus menerus merasa terancam.

Korban ketika dirawat di RSUD Naibonat, dan dalam kondisi kritis.

Dari pengakuan korban dan keluarga, Aris Tanesi menjelaskan bahwa sebelum kejadian pengeroyokan, korban Onisimus Boimau dan anaknya, sudah mendapat ancaman terlebih dahulu, yang mana tersangka pergi melakukan pengancaman di rumah korban. Ini membuat rasa trauma korban semakin mendalam, karena ia tidak tahu kapan dan di mana ancaman itu akan terjadi lagi. Gangguan mental yang luar biasa membuat korban merasa terjebak dalam ketakutan yang tidak berkesudahan.

“Korban dan keluarganya berharap agar polisi dapat menindaklanjuti kasus ini dengan serius. Mereka ingin mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya, dan agar para pelaku dapat dihukum sesuai dengan perbuatannya. Keamanan dan ketenangan jiwa korban dan keluarganya sangat bergantung pada tindakan polisi,” harap Aris.

Di tengah kesulitan ini, korban masih berusaha untuk tetap kuat dan berjuang mendapatkan keadilan. Ia berharap bahwa dengan dukungan keluarga, keadilan akan datang. Ia dapat meninggalkan trauma ini dan memulai hidup yang lebih tenang.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Langkah Valen Kebo Pimpin PERBAKIN: Rapikan Organisasi, Siapkan Atlet NTT Berprestasi
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel
Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Suara Lantang Usman Husin dari Senayan: Ungkap Potret Nyata Kegelisahan di Kawasan Mutis
Motor Tak Kunjung Kembali, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polres Kupang 
Proyek Insinerator Rp5,9 Miliar Masuk Tahap Penyidikan di Kejati NTT 

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:23

Langkah Valen Kebo Pimpin PERBAKIN: Rapikan Organisasi, Siapkan Atlet NTT Berprestasi

Kamis, 16 April 2026 - 07:41

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Rabu, 15 April 2026 - 08:22

Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.