Kupang,- Di sebuah ruangan yang dipenuhi dengan antusiasme dan rasa ingin tahu, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIKUM) Prof. Dr. Yohanes Usfunan, S.H.,M.H, menggelar kuliah umum bertema “Pembatasan Penggunaan Robot di Indonesia”.
Acara yang berlangsung pada 21 Januari 2026 siang dan berlangsung hampir tiga jam tersebut, menghadirkan Dr. Efata F. B. Duarte sebagai narasumber utama, seorang akademisi yang dikenal dengan keahliannya di bidang hukum teknologi, hukum internasional, serta etika dan regulasi kecerdasan buatan.
Matahari pertengahan Januari yang cerah memancarkan sinar hangat di ruang kuliah, seolah menyambut kedatangan para mahasiswa yang siap membuka wawasan tentang masa depan teknologi. Dr. Efata F. B. Duarte, dengan penampilannya yang tenang dan penuh wibawa, memulai pemaparan dengan sebuah pertanyaan yang menggugah: “Apa yang kita inginkan? Masa depan robot, atau masa depan manusia?”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Dr. Duarte menekankan regulasi teknologi harus berorientasi pada manusia, bukan, hanya mengatur inovasi. “Kita harus memastikan bahwa teknologi tidak menggerus nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan tanggung jawab moral,” ujarnya.
Mahasiswa STIKUM Prof Yohanes Usfunan mendengarkan dengan saksama, mata mereka terpaku pada narasumber yang sedang menjelaskan tentang pentingnya regulasi yang adaptif dan kontekstual dalam menghadapi perkembangan teknologi global.
Pertanyaan-pertanyaan mulai bermunculan, mulai dari bagaimana menghadapi perubahan teknologi yang begitu cepat, hingga bagaimana pandangan hukum terhadap perkembangan robot.
Dr. Duarte menjawab dengan lugas dan penuh keyakinan, bahwa hukum harus selalu beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tidak boleh mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan.
Kuliah umum ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga menjadi platform bagi mahasiswa untuk bisa mengembangkan cara pandang kritis terhadap dampak kemajuan teknologi terhadap kehidupan manusia.
Dengan demikian, STIKUM Prof Yohanes Usfunan berharap bahwa mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu menghadapi tantangan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab.
Kuliah umum ini diakhiri dengan pesan yang mendalam dari Dr. Duarte: “Kita harus menjadi penjaga bagi masa depan manusia, bukan hanya menjadi pengikut bagi perkembangan teknologi,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi informal antara mahasiswa dan narasumber, menandai berakhirnya kuliah umum yang sangat inspiratif ini.
Dengan kuliah umum ini, STIKUM Prof Yohanes Usfunan berharap dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang aspek hukum, sosial, dan etika dalam penggunaan teknologi robotik di Indonesia.(*CMBN01)









