Makna etimologis, Lelogama

Jumat, 24 November 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lelogama, cmbnews.id/ Dalam percakapan dengan Pdt. Leonard Djumetan (62 tahun) di Lelogama (23/11), ia menjawab pertanyaan media ini, “Mengapa nama tempat ini disebut Lelogama?”

Penjelasan Djumetan diaminkan oleh para tokoh lainnya, bahwa pada zaman dahulu daerah Lelogama belum diketahui namanya. Suatu ketika ada orang pendatang baru di tempat itu. Orang-orang asing bertemu dengan orang lokal. Mereka mendapati masa itu tanaman jeruk berbuah.

Jeruk dalam bahasa Uab Meto’ Amfo’an adalah lelo’ Sementara itu para pendatang menamainya gama. Selisih pendapat atas nama buah itu kemudian dicarikan jalan damai antartokoh pada masa itu.

Tentang siapa pendatang-pendatang itu, tidak diketahui.

Lelo dan gama artinya, jeruk. Gabungan kedua kata itu tetap mempunyai satu makna.

By: Heronimus Bani

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School
JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat
BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta
Asten Bait Motivasi Siswa SMA di Amarasi Barat: Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Generasi Kupang
CATATAN REDAKSI: Bore Pile, Solusi Serius Krisis Infrastruktur dan Longsor Ekstrim di Amfoang Tengah
Rico Nitti dan Jalan Sunyi Anak Muda Menjaga Kepercayaan, Bertumbuh dari Tantangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Selasa, 7 April 2026 - 14:06

Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School

Minggu, 5 April 2026 - 03:00

JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat

Rabu, 1 April 2026 - 18:41

BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.