Menanti Janji Manis Calon Pemimpin Di Kabupaten Kupang

Kamis, 23 Februari 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chris Bani

Chris Bani

Chris Bani

cmbnews.id/,- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kupang sudah dekat. Tidak hanya janji, banyak orang yang tiba-tiba jadi dermawan, sangat peduli terhadap orang lain, terutama rakyat kecil yang hidup susah. Pepatah mengatakan "lidah memang tidak bertulang" , apa saja bisa dirasakan, apa saja bisa diomongkan, tetapi kemudian begitu mudah dilupakan, begitu gampang diingkari.

Janji bak madu yang selalu manis. Apalagi janji politik calon pemimpin. Tentu tidak pernah akan ada janji calon pemimpin, kalau menang akan menaikkan harga BBM, menaikkan tarif listrik atau akan memotong bantuan desa. Yang sering diungkapkan sekolah gratis, pengobatan gratis, membuka banyak lapangan kerja dan berbagai angin surga yang seyogyanya jangan ditelan mentah-mentah karena setelah terpilih belum tentu bisa dilaksanakan.

Kini masyarakat semakin cerdas. Tidak mudah terbuai janji-janji bak angin surga. Realistik menyikapi hajatan politik yang selalu hingar bingar dan melihat sebagai hal biasa, rutinitas lima tahun sekali. Artinya tidak perlu sampai menimbulkan fanatisme sempit yang justru bisa memecah belah persatuan dan kesatuan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini perlu diingatkan karena potensinya ada. Kebulatan tekad bisa saja menimbulkan silang pendapat. Karena bagaimanapun setiap individu memiliki sikap dan pendapat yang belum tentu sama. Artinya sangatlah susah mewujudkan kebulatan yang benar-benar bulat.

Perbedaan inilah yang potensial menimbulkan perpecahan manakala ada fanatisme dukungan, pemaksaan dukungan maupun intimidasi bagi warga. Hal inilah seyogyanya dihindari untuk mewarnai indahnya perbedaan. Biarkan perbedaan menjadi pelangi demokrasi.

Sejatinya, masyarakat kita masih lekat dengan tokoh panutan. Baik itu tokoh masyarakat, tokoh agama, elit politik dan tokoh-tokoh lainnya. Guna menghindari perpecahan di akar rumput, sudah seharusnya para panutan masyarakat memberi teladan yang baik, berbicara yang menyejukkan dan tidak memanas-manasi situasi jelang Pilkada serentak.
Jangan ciptakan situasi yang menimbulkan kebencian, memunculkan antipati diantara warga masyarakat. Tunjukkan sebagai panutan yang benar-benar bisa menjadi teladan masyarakat, bukan menebar angin surga meninabubukkan. Tawarkan program yang realistik, yang membumi dan logis dapat dilaksanakan.

Hindari kampanye negatif apalagi kampanye hitam yang akan menodai upaya peningkatan kualitas demokrasi yang sedang tumbuh. Inilah yang kita tunggu dari para calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kupang yang sedang berkompetisi untuk menjadi pemimpin di daerah tercinta ini. Salam
(Chris Bani: Wartawan media online)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Simon Petrus Kamlasi Dorong Penguatan Pertanian Jagung di Sumba Barat Daya
Musda Golkar Kabupaten Kupang Masuk Babak Panas, Alberto Tatibun Kantongi Dukungan Mayoritas
Mengenai Menari di Hadapan Tuhan dalam Bulan Budaya GMIT
Ayo Bergabung di Road To Event Academy GAMKI NTT, Langkah Besar Pemuda Flobamora Naik Kelas
Aksi Cepat Resmob Satreskrim Polres Kupang Tuntaskan Kasus Pencurian Hand Traktor
Liga Pendidikan Indonesia zona Amfo’ang Raya resmi ditutup
Kepemimpinan Janto di BPJN NTT Dorong Pembangunan Jalan Tepat Mutu dan Berdampak Nyata
Drama Gol dan Semangat Juang Membara di LPI 2026 zona Amfoang Raya

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 02:28

Simon Petrus Kamlasi Dorong Penguatan Pertanian Jagung di Sumba Barat Daya

Senin, 1 Juni 2026 - 01:10

Musda Golkar Kabupaten Kupang Masuk Babak Panas, Alberto Tatibun Kantongi Dukungan Mayoritas

Senin, 1 Juni 2026 - 00:39

Mengenai Menari di Hadapan Tuhan dalam Bulan Budaya GMIT

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:39

Aksi Cepat Resmob Satreskrim Polres Kupang Tuntaskan Kasus Pencurian Hand Traktor

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:09

Liga Pendidikan Indonesia zona Amfo’ang Raya resmi ditutup

Berita Terbaru

Ritual di bawah pohon beringin; foto: Arnichus Loit

Budaya

Asal-Usul dan Makna Filosofis nama Desa Nunuanah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:22

Konten tidak bisa disalin.