Mengulas Kenangan Sejarah Nasib Kampung HAUBESIN

Kamis, 6 Juni 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Yakob Ora-Bani

(Guru SD Inpres Sanenu)

cmbnews.id/,- Kampung Haubesin berada di titik terselatan Desa Bokong tepatnya di dusun 5 Sanenu, RT 16 dan RW 8. Kampung kecil ini sejak dulu sudah ada, dengan jumlah penduduk kurang lebih 40-an KK dengan mayoritas beragama katholik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wilayah Haubesin di pimpin oleh seorang Rukun Warga (RW) dan seorang Rukun Tetangga (RT). Haubesin jadi kampung sekitar tahun 1918 dengan nama Noeltes, yang kemudian berubah nama menjadi Nefo Naikusi dan akhirnya berganti nama lagi menjadi Haubesin.

Untuk nama Noeltes sendiri tetap dipakai hingga sekarang. Mengapa Nama Noeltes? Menurut cerita dari sumber yang bahwa Temukung pertama Saenenu yaitu KUB HEKA pada suatu ketika mandi di sungai TEFMO (Mansen Tes) bersamaan dengan matahari terbenam, maka kemudian tempat itu di beri nama NoelTes atau sungai matahari terbenam.

Kini nama NoelTes , Haubesin dan NefoNaikusi akan hilang tanpa jejak oleh karena pembangungan Bendungan TEFMO – MANIKIN.

Apa yang menarik sehingga goresan pena ini sampai sedikit mengulas Kampung Haubesin? Dengan berat hati semua pencinta Kampung Haubesin harus meninggalkan kampung kelahirannya karena Haubesin akan segera hilang di telan bumi untuk kehidupan yang baru yakni pembangunan Bendungan terbesar yaitu Bendungan Tefmo- Manikin.

Apa yang ada di sana harus segera berpindah. Pasti banyak yang berat hati, karena sejarah leluhur ada di sana termasuk kuburan, Kapela atau gedung gereja Katholik harus dibongkar dan dipindahkan ke tempat lain, ditambah lagi dengan rumah warga, ternak juga harus bukit berpindah, dan mungkin yang tertinggal hanyalah hasil tanaman berupa pohon – pohon termasuk pohon jati. Area sawah warga yang dikelolah secara musiman pun akan hilang tertelan bumi oleh luasnya areal Bendungan tersebut.

Kapela Santa Maria Lordes Noeltes yang berada di Haubesin, di mana tempat ini sebagai rumah bagi umat berbakti sudah dibangun sejak tahun 1950, dan yang membawa Kapela ini untuk hadir di NoelTes yakni Almarhum bapak Sintus Matbesi. Jumlah umat dalam catatan 2019 sekitar 150 jiwa. Kapela Santa Maria Lordes Noeltes dipimpin oleh pemimpin umat Simon Matbesi.

Kehadiran Bendungan Tefmo- Manikin akan menghilangkan kisah cinta yang telah terukir dalam kenangan dan sejarah yang begitu panjang. Tempat baru bagi penghuni kampung Haubesin akan menjadi awal perjalanan kisah yang baru. Yang menjadi pertanyaan adalah, apa nama kampung yang akan ditempati oleh warga dari satu rahim dengan tiga nama tempat yang hilang yaitu NoelTes, NefoNaikusi, dan Haubesin?

Tempat itu akan di sepakati bersama warga dan pemerintah Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Sekian

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.