KUPANG,- Di halaman sekolah yang sederhana di Kecamatan Fatuleu Tengah, anak-anak SDN Pasi berdiri berjejer menyambut tamu yang datang dari Kota Kupang. Sebagian menggenggam buku tulis baru, sebagian lain tersenyum saat perlengkapan olahraga diturunkan dari kendaraan. Bagi mereka, bantuan itu mungkin sederhana. Namun di sekolah-sekolah pinggiran Kabupaten Kupang, perhatian seperti itu menjadi sesuatu yang berarti.
Selama dua hari, 22–23 Mei 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nusa Tenggara Timur menjalankan program GAMKI Peduli Pendidikan dengan membagikan paket pendidikan dan sarana olahraga kepada sejumlah siswa sekolah dasar di Kabupaten Kupang.
Program tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional DPP GAMKI yang menargetkan pembagian 10 ribu paket pendidikan bagi anak-anak kurang mampu di berbagai daerah di Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari pertama kegiatan berlangsung di SDN Kuale, Kecamatan Fatuleu, dan SDN Pasi, Kecamatan Fatuleu Tengah. Keesokan harinya, rombongan DPD GAMKI NTT melanjutkan kegiatan ke SD GMIT Bone di Kecamatan Nekamese.
Bantuan yang dibagikan berupa buku tulis, bolpoin, serta perlengkapan olahraga untuk menunjang aktivitas belajar dan pengembangan minat siswa di sekolah.
Wakil Kepala SDN Pasi menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan GAMKI kepada para siswa di sekolah tersebut. Ia mengatakan kehadiran organisasi kepemudaan itu memberi semangat baru bagi anak-anak di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan yang mereka miliki.
“Kami berterima kasih kepada DPD GAMKI NTT karena sudah datang mengunjungi dan membagikan bantuan paket pendidikan kepada siswa-siswi di SDN Pasi. Semoga Tuhan Yesus memberkati pelayanan DPD GAMKI NTT,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SD GMIT Bone, Jusaria Debora Lay Lado, S.Pd. Menurutnya, sekolah-sekolah di wilayah pinggiran masih membutuhkan perhatian banyak pihak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar.
Ia berharap Ketua DPD GAMKI NTT suatu waktu dapat datang langsung melihat kondisi sekolah dan kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut.
Ketua Harian DPD GAMKI NTT, Yan Piter Lilo, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari Bulan Pendidikan GAMKI yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia. Menurut dia, NTT menjadi salah satu wilayah prioritas karena masih banyak anak-anak sekolah yang membutuhkan dukungan bersama.
Saat ini, kata Yan, DPD GAMKI NTT sedang menyalurkan bantuan pendidikan di 13 kabupaten di NTT, yakni Kabupaten Kupang, Sabu Raijua, Sumba Barat, Rote Ndao, Alor, Manggarai, Sumba Tengah, Timor Tengah Utara, Sumba Barat Daya, Timor Tengah Selatan, Belu, Sumba Timur, dan Malaka.
“Ini bagian dari gerakan nasional GAMKI yang menargetkan pembagian 10 ribu paket pendidikan untuk anak-anak kurang mampu di Indonesia. NTT menjadi salah satu wilayah prioritas karena masih banyak sekolah dan anak-anak yang membutuhkan perhatian bersama,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Bidang Pendidikan dan Kesehatan DPD GAMKI NTT, Soni Udju Edo, S.Pd., menilai program GAMKI Peduli Pendidikan merupakan bentuk pelayanan nyata organisasi di tengah masyarakat.
Menurut dia, GAMKI ingin hadir bukan sekadar melalui forum diskusi atau kegiatan organisasi, tetapi juga lewat aksi sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Bantuan yang kami bawa tentu belum bisa menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan di tempat ini. Karena itu jangan melihat besar atau kecil bantuannya, tetapi lihatlah ini sebagai wujud cinta GAMKI kepada anak-anak dan bapak ibu guru sekalian,” ujarnya.
Soni juga menyampaikan permohonan maaf karena Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, belum dapat hadir langsung dalam kegiatan tersebut lantaran sedang mengikuti agenda Konferensi Cabang GAMKI di Kabupaten Flores Timur.
Kegiatan GAMKI Peduli Pendidikan di Kabupaten Kupang turut melibatkan sejumlah kader dan pengurus DPD GAMKI NTT serta unsur Brigsena NTT yang ikut mendampingi jalannya pembagian bantuan di sekolah-sekolah penerima.***








