Natal Bersama GAMKI NTT, Sinode GMIT dan CIS Timor Ditandai Tanam Ribuan Anakan Pohon 

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanaman ribuan anakan pohon bersama Sinode GMIT, GAMKI NTT, dan CIS TIMOR di Fatuleu Barat.

Penanaman ribuan anakan pohon bersama Sinode GMIT, GAMKI NTT, dan CIS TIMOR di Fatuleu Barat.

Kupang,- Perayaan Natal Bersama DPD GAMKI NTT, Sinode GMIT, dan CIS Timor di GMIT Elim Bisolo Tuakau, Klasis Fatuleu Barat, Sabtu (17/01/2026), tidak hanya diisi dengan ibadah dan puji-pujian, tetapi juga diwujudkan dalam gerakan nyata menanam ribuan pohon sebagai bentuk iman yang berpihak pada kehidupan dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan refleksi iman, dengan rangkaian ibadah Natal, sambutan lintas lembaga, serta aksi penanaman pohon asam Timor dan kopi di sekitar wilayah jemaat.

Gerakan ini menjadi simbol komitmen gereja dan pemuda Kristen untuk menghadirkan Natal yang berdampak langsung bagi manusia dan alam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam khotbah Natal yang diambil dari Matius 1:18–25, Ketua Klasis Fatuleu Barat, Pendeta Papi J.W. Foeh, S.Th, menegaskan bahwa Natal adalah peristiwa iman yang mengajarkan umat untuk berpikir terbalik dari logika manusia, sebagaimana diteladankan oleh Yusuf dan Maria. Di tengah pergumulan batin yang berat, Yusuf memilih tunduk pada kehendak Allah, dan dari ketaatan itulah keselamatan keluarga dinyatakan.

Menurutnya, ketaatan kepada firman Tuhan harus diwujudkan secara konkret, salah satunya melalui tanggung jawab menjaga ciptaan. Gerakan menanam pohon dipandang sebagai bentuk iman yang berpikir jauh ke depan, bukan hanya menghadirkan sukacita Natal sesaat, tetapi meninggalkan warisan kehidupan bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pendeta Samuel Pandie, S.Th., dalam suara gembalanya menegaskan Natal bukan sekadar perayaan kelahiran Yesus Kristus, melainkan panggilan untuk merawat kehidupan di tengah dunia yang terluka. Yesus lahir bukan di dunia yang sempurna, tetapi di tengah tatanan ciptaan yang telah rusak, sehingga Natal harus dimaknai sebagai perayaan daya tahan kehidupan.

Ia menekankan bahwa keselamatan tidak hanya berbicara tentang aspek spiritual, tetapi juga tentang keberpihakan manusia pada ekosistem kehidupan. Karena itu, gerakan penanaman pohon dinilainya sebagai praktik iman yang nyata, sekaligus wujud doa “jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.”

Ketua Sinode GMIT juga mendorong pemanfaatan lahan-lahan gereja sebagai ruang hijau produktif dan mengajak umat untuk berani bermimpi besar melalui gerakan penanaman pohon secara berkelanjutan demi masa depan gereja dan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa Natal bersama ini merupakan wujud iman yang diterjemahkan ke dalam aksi sosial dan ekologis yang terukur.

Sebagai organisasi kepemudaan Kristen, GAMKI NTT, menurutnya, berkomitmen menghadirkan iman di ruang publik melalui pembelaan martabat manusia, kepedulian terhadap bumi sebagai rumah bersama, serta pembentukan pemimpin muda yang berintegritas.

Ia menyebut agenda penanaman ribuan pohon sebagai deklarasi sikap GAMKI dalam menjawab tantangan krisis iklim, degradasi lingkungan, dan persoalan sosial yang dihadapi NTT. Gerakan ini, kata dia, bukan sekadar simbol, melainkan upaya membangun ketahanan ekologis, ekonomi rakyat, dan harapan masa depan.

Sementara itu, Wakil Direktur CIS Timor, Buce Ga, ST., turut menyampaikan pentingnya kemitraan gereja, organisasi pemuda, dan lembaga pelayanan dalam menghadirkan perubahan yang berkelanjutan di tingkat akar rumput, khususnya dalam isu lingkungan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat.

Perayaan Natal Bersama ini diakhiri dengan aksi penanaman pohon sebagai bentuk liturgi kehidupan iman yang tidak berhenti di mimbar, tetapi menyentuh tanah dan realitas hidup umat.

Melalui gerakan ini, gereja dan pemuda Kristen di NTT menegaskan komitmen untuk terus menanam harapan, merawat ciptaan dan mewariskan kehidupan bagi generasi yang akan datang.

Perayaan Natal bersama tersebut turut dihadiri Koordinator Wilayah Bali Nusra DPP GAMKI, Jhon S.D. Liem, S.E.,M.M, Ketua Majelis Jemaat GMIT Elim Bisolo, Pendeta Novita Lay-Makawaeru, S.Th.,M.Pd.K, serta sejumlah pendeta se-Klasis Fatuleu Barat, para tokoh jemaat dan jemaat se-Klasis Fatuleu Barat, hadir juga Kepala Desa Tuakau.

Kehadiran para tamu dan jemaat semakin menyemarakkan ibadah Natal yang diisi dengan puji-pujian dan partisipasi aktif umat.

Selain gerakan penanaman pohon, Natal bersama ini juga diwujudkan dalam solidaritas kemanusiaan. Seluruh persembahan Natal yang terkumpul dalam ibadah tersebut akan disumbangkan bagi para korban bencana banjir di Aceh dan Sumatera, sebagai bentuk kepedulian gereja dan pemuda Kristen terhadap saudara-saudara sebangsa yang terdampak bencana. (*/)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:49

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Rabu, 23 September 2026 - 06:59

Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.