JAKARTA,- Di tengah keterbatasan ekonomi yang masih membayangi sebagian masyarakat Nusa Tenggara Timur, harapan untuk memiliki hunian layak kini mulai menemukan titik terang. Program percepatan pembangunan perumahan dan penataan kawasan permukiman yang digagas pemerintah pusat menjadi angin segar, terutama bagi warga berpenghasilan rendah yang selama ini kesulitan mengakses rumah yang layak dan terjangkau.
Harapan tersebut mengemuka dalam pertemuan strategis antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Gubernur NTT di Jakarta, Kamis, 2 April 2026, yang berlangsung di Kantor Kementerian PKP. Pertemuan ini digelar atas undangan langsung Menteri PKP guna membahas percepatan implementasi berbagai program perumahan di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Dalam forum tersebut, dibahas sejumlah program prioritas yang menyasar masyarakat kecil. Salah satu yang paling menonjol adalah program bedah rumah yang mengalami lonjakan signifikan, dari 436 unit pada tahun 2025 menjadi 5.000 unit di tahun 2026. Peningkatan sebesar 12 kali lipat atau sekitar 1.200 persen ini akan didistribusikan ke 22 kabupaten/kota di NTT, sebagai upaya konkret meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, pemerintah juga mendorong implementasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, sebuah program inovatif yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto dan dieksekusi oleh Kementerian PKP. Skema ini menawarkan subsidi bunga sebesar 5 persen dengan tenor pembayaran hingga 30 tahun, sehingga membuka akses kepemilikan rumah bagi kelompok seperti ASN golongan rendah, TNI, Polri, guru, nelayan, petani, hingga pelaku UMKM.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga menaruh perhatian pada pembenahan kawasan kumuh sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Program ini tidak hanya mencakup renovasi hunian melalui bedah rumah, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan lembaga seperti Permodalan Nasional Madani (PNM).
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT bersama masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas perhatian besar yang diberikan kepada masyarakat miskin di NTT. Dukungan ini dinilai sebagai langkah nyata pemerintah pusat dalam mendorong pemerataan kesejahteraan di wilayah timur Indonesia.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dan pejabat terkait, di antaranya Bupati TTU, Bupati Sabu Raijua, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, serta Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT di Jakarta. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam mengawal implementasi program di daerah.
Sebagai tindak lanjut, Menteri PKP Maruarar Sirait berencana melakukan kunjungan kerja ke NTT dalam waktu dekat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam memadukan program pembangunan perumahan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga menjadi satu kesatuan strategi terpadu dalam penanganan kemiskinan di NTT.
Editor: Chris Bani








