Nurani Melki Laka Lena Berbicara, Sebuah Refleksi Kemanusiaan dari Naruwolo

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena melayat dan melihat langsung makam almarhum YB.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena melayat dan melihat langsung makam almarhum YB.

Kupang,- Di tengah kesibukan yang tak pernah berhenti, ada sebuah kesedihan yang mendalam. YB, seorang anak kecil yang penuh harapan, telah pergi dalam keabadian.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menyempatkan waktu hadir di rumah duka pada Sabtu 7 Februari 2026, untuk menyampaikan secara langsung belasungkawa, sekaligus menjadi momen introspeksi yang sangat dalam.

Rumah duka di Kampung Dona, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, menjadi saksi bisu atas kesedihan yang tak terhingga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur NTT didampingi Bupati Ngada, Raymundus Benda, Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Ende Dokter Domi Mere, dan jajaran Pemprov NTT, untuk menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian negara dan pemerintah.

Gubernur NTT bersama di rumah duka almarhum

Di hadapan keluarga almarhum (ibu kandung, nenek dan saudara YB), Gubernur Melki Laka Lena meminta maaf atas kelalaian Pemerintah Daerah. Kepergian adik YB mengguncang nurani semua orang dan menjadi peringatan keras.

“Saya tegaskan, peristiwa ini harus menyadarkan kita untuk lebih peduli, lebih peka, dan lebih cepat bertindak. Anak-anak tidak boleh merasa sendirian, tidak boleh diabaikan, dan tidak boleh kehilangan harapan,” kata Melki kepada semua yang hadir termasuk pemerintah desa dan Pemda setempat.

Gubernur NTT menekankan kepada seluruh jajaran pemerintah di NTT agar bekerja lebih serius, memastikan pendidikan, bantuan sosial, dan layanan publik benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

“Kita mungkin memiliki banyak keterbatasan, tetapi kepedulian tidak boleh terbatas. Adik YB telah pergi, tetapi pesannya harus kita jaga. Kejadian ini mengingatkan kita untuk saling menyapa, saling membantu, dan bekerja dengan hati,” ujarnya.

Melki Laka Lena berharap kepergian almarhum menjadi cambuk bagi semua untuk bekerja lebih baik, lebih adil, dan lebih manusiawi ke depan. Semua pihak harus bekerja sama menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan lebih sejahtera.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada adik YB atas pengajarannya. Semoga kepergiannya menjadi awal bagi kita untuk menjadi lebih baik. Semoga arwah adik YB beristirahat dalam damai,” tutup Melki.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang
Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur
Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan
UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan
Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan
Dukungan Penuh Daniel Taimenas Perluas Akses KUR Bank NTT bagi UMKM
Soal Keberatan Tiga Anggota DPRD TTU, Egiardus Bana Desak BK Berpedoman pada UU 30/2014
Silaturahmi Bawaslu dan PKB Kabupaten Kupang, Sinergi Menuju Tahapan Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:12

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03

Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:53

Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:40

UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:37

Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.