Pahitnya Malam, Tangis Merebak di Ruang Sempit RSUD Naibonat

Jumat, 15 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lauda Marthareda Ora, S.Pd

Lauda Marthareda Ora, S.Pd

Mengetahui datangnya malam ketika matahari terbenam. Bila bulan dan bintang tanpa halangan mereka menjadi penghias jagad maya. Saat sebahagian makhluk hidup perlu beristirahat, sebahagian lainnya melakoni hidup justru pada malam hari. Semuanya itu normal dan berjalan alamiah.

Sang waktu bergulir katanya 24 jam yang di antaranya digolongkan untuk waktu bekerja dan beristirahat. Dalam waktu beristirahat sekalipin, masih ada orang yang secara wajar dan wajib bekerja, di antaranya atas alasan kemanusiaan.

Malam tersedia dengan ritme kisah berkesannya. Ia tidak mengubah haluan dirinya, tetap berlalu hingga menjelang fajar. Saat itu ia menyapa pagi lalu lenyap. Padahal sepanjang malam ada insan mengukir di keremangan pikir hingga keceriaan dan kecerahan rasa Pada keremangan pikir, kiranya di sana lampu akan padam bila minyak tak terisi lagi. Saat itu ia bakal padam. Gelap gulita membungkus dan tangis pun merebak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami masih di sini ketika waktu menunjukkan angka perpisahan hari. Pukul nol nol. Pada saat itulah detak jantung terakhir berdenyut. Lalu sang dokter berkata “Bapa, kami sudah maksimal berusaha. Adik sudah jalan.”

Tangis merebak di ruang sempit ini. Semuanya menangis. Dalam waktu sejam berikutnya sebahagian para muda teman-temannya telah berhasil menembus gulita dan tiba di ruang gemertak gigi.

Pahit. Malam terasa pahit.

Selamat jalan anak manis. Kami tak dapat menahan dirimu. Yang Maha Kuasa berkuasa atas hidup dan matinya milik-Nya.

Lauda Marthareda Ora, S.Pd

Naibonat, 16 Januari 2021 (02.15)

Penulis: Heronimus Bani

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa
Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:49

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.