Pasar Rakyat Pasar Tradisional

Senin, 22 Juli 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

By: Roni Bani

cmbnews.id/-, Selamat pagi, Selamat Hari Minggu. Beribadahlah kepada Tuhanmu, pujilah nama-Nya yang kudus. Bawalah kasih kepada dunia sesuai amanah agung-Nya.

Saya bangun pagi ini dengan membawa rasa dan raga yang seakan belum pulih. Tapi, mesti dipulihkan untuk memulai tugas di hari pertama besok, Senin, 22 Juli 2019.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum ke hari pertama, ini ada sedikit cerita tentang pasar yang ramai semalam kami datangi. Hanya sekitar 25 meter dari hotel tempat kami menginap.

Sebelum diajak jalan-jalan kami harus mengisi kantong besar di badan agar bisa kuat. Lalu pesanan makanan dan minuman kami buat dan menikmatinya. Sempat minum kopi yang tidak penuh di gelas.

Aih…

Sesudah makan kami susuri pasar ini. Banyak barang dijual di sini sebagai sovenir, mulai dari produk kerajinan tangan sampai pabrikan, baik berbahan dasar kayu, batu, bambu, perak, seng, benang hingga plastik dan lain-lain. Menarik.

Ada tempat terapi baik pijat tangan manusia atau terapi ikan. Nah, terapi ikan? Ikan dalam ukuran kecil dan jumlah ribuan ditempatkan dalam kotak kaca, dialiri oksigen. Para pasien yang mau diterapi, memasukkan kaki ke dalam kotak. Lalu ikan-ikan akan mendekat. Ikan-ikan itu menggigit kaki pasiennya. Katanya ikan-ikan itu menghisap darah kotor.

Ada lagi kegilaan. Satu rombongan pemuda berpakaian dan berdandan amat menor. Mereka dinamai lelaki cantik. Sudah profesi katanya. Mereka menjual jasa memotret. Bila mereka difoto atau foto bersama, mereka harus.dibayar berkisar 45 – 50 ribu rupiah.

Tentang model pasar tradisional seperti ini, rasanya di Timor dapat dibangun oleh pemerintah tidak dengan biaya besar.

Na…

Ya. Pemerintah membangun pasar tradisional atau pasar rakyat ini dengan mendirikan beberapa tenda raksaaa. Lantai bersemen. Pembuangan limbah yang cukup baik, listrik dan penataan ruang dengan penempatan lapak yang memungkinkan pembeli bergerak secara mudah.

Begitulah cerita tentang pasar rakyat di samping CH Hotel Chiangmai.

Chiangmai, 21 Juli 2019

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Simon Petrus Kamlasi Dorong Penguatan Pertanian Jagung di Sumba Barat Daya
Musda Golkar Kabupaten Kupang Masuk Babak Panas, Alberto Tatibun Kantongi Dukungan Mayoritas
Mengenai Menari di Hadapan Tuhan dalam Bulan Budaya GMIT
Ayo Bergabung di Road To Event Academy GAMKI NTT, Langkah Besar Pemuda Flobamora Naik Kelas
Aksi Cepat Resmob Satreskrim Polres Kupang Tuntaskan Kasus Pencurian Hand Traktor
Liga Pendidikan Indonesia zona Amfo’ang Raya resmi ditutup
Kepemimpinan Janto di BPJN NTT Dorong Pembangunan Jalan Tepat Mutu dan Berdampak Nyata
Drama Gol dan Semangat Juang Membara di LPI 2026 zona Amfoang Raya

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 02:28

Simon Petrus Kamlasi Dorong Penguatan Pertanian Jagung di Sumba Barat Daya

Senin, 1 Juni 2026 - 01:10

Musda Golkar Kabupaten Kupang Masuk Babak Panas, Alberto Tatibun Kantongi Dukungan Mayoritas

Senin, 1 Juni 2026 - 00:39

Mengenai Menari di Hadapan Tuhan dalam Bulan Budaya GMIT

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:39

Aksi Cepat Resmob Satreskrim Polres Kupang Tuntaskan Kasus Pencurian Hand Traktor

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:09

Liga Pendidikan Indonesia zona Amfo’ang Raya resmi ditutup

Berita Terbaru

Ritual di bawah pohon beringin; foto: Arnichus Loit

Budaya

Asal-Usul dan Makna Filosofis nama Desa Nunuanah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:22

Konten tidak bisa disalin.