Pelayanan Puskesmas Tarus: Antara Nurani Dan Emosional

Rabu, 14 September 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puskesmas Tarus

Puskesmas Tarus

cmbnews.id/,- Masalah kesehatan adalah kebutuhan primer setiap orang. Aktivitas kerja akan terhambat bila tidak dukung dengan kesehatan yang dimiliki seseorang. Oleh karena itu menjadi kewajaran sesungguhnya jika pelayanan publik dalam bidang kesehatan selalu dipersoalkan banyak pihak. Apalagi pelayanan kesehatan di Indonesia ini sudah diatur dengan jelas dalam undang-undang.

Pelayanan kesehatan selalu dikaitkan pelayanan di rumah sakit atau puskesmas. Kedua tempat pelayanan kesehatan menjadi sangat dibutuhkan oleh masyarakat mengingat saat sekarang berbagai macam penyakit dialami oleh banyak orang sehingga butuh konsultasi atau pemeriksaan di puskesmas maupun rumah sakit. Maka menjadi kewajaran ketika pelayanan kurang baik di rumah sakit maupun di puskesmas selalu menjadi sorotan dari berbagai pihak.

Saat sekarang ini yang perlu mendapat banyak perhatian pemerintah khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang adalah masalah pelayanan di tiap tiap Puskesmas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mungkin pembaca masih ingat beberapa hari lalu tentang pemberitaan di beberapa media online mengenai citra pelayanan di Puskesmas Tarus yang menolak pasien hanya untuk melayat orang mati.

Dilain Sisi, Plt Puskesmas Tarus, Dr.Kuji Riwu Kaho angkat bicara. Ditemui wartawan, Selasa (13/9) menjelaskan bahwa penutupan loket pada hari kejadian merupakan kesepakatan bersama oleh semua staf Puskesmas Tarus.

Pertanyaannya, apakah dengan adanya kesepakatan dengan seluruh staf berarti dengan sendirinya Puskesmas Tarus boleh seenaknya menolak pasien?. Sungguh miris pernyataan ini.

Bicara kesehatan ialah menyangkut keselamatan jiwa manusia, yang tidak boleh disepelekan dan tanpa alasan apapun dan juga nurani kita sebagai manusia diuji.

Ini menjadi pelajaran bagi semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Kupang khususnya. Agar kedepannya kejadian memalukan ini tidak terulang lagiPuskesmas Tarus. Sekian.( Chris Bani)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.