Kupang,- Proyek preservasi Jalan Mollo Sujan, yang terletak di Kelurahan Fatukoa, Kota Kupang, telah memasuki tahap akhir pekerjaan. Jalan ini menjadi nadi bagi warga sekitar dalam memperoleh akses yang baik dan lancar untuk kegiatan sehari-hari, terutama dalam memasarkan hasil bumi dari wilayahnya.
Jalan Mollo Sujan sebelumnya merupakan jalan yang rusak parah, sehingga membuat warga sekitar kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, dengan adanya proyek preservasi ini, warga kini dapat menikmati akses yang lebih baik dan lancar.
Yezkiel Amnaas, Ketua RT. 23, Kelurahan Fatukoa, mengungkapkan rasa syukurnya atas selesainya proyek preservasi Jalan Mollo Sujan. “Waktu itu anak-anak mau pi sekolah susah, guru mau datang mengajar ju susah, kitong mau pi bajual hasil kebun di pasar ju susah. Tapi sekarang semua su lewat. Kitong minta terima kasih banyak-banyak untuk pemerintah yang mau perhatikan kami di sini,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, proyek preservasi Jalan Mollo Sujan sempat memantik rasa khawatir warga karena tidak ada tanda-tanda jalan akan diperbaiki, walau sudah berulang kali petugas dari instansi terkait melakukan pengukuran di ruas Jalan Mollo Sujian yang rusak parah.
Daniel Aluman dan Yusuf Abjena, Tokoh Masyarakat (Tomas) Kelurahan Fatukoa, juga mengeluhkan tidak dikerjakannya jalan Mollo Oetun padahal jalan tersebut juga tertera pada papan proyek, sebagai paket pekerjaan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1, BPJN NTT, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I, Paul Hugo Zakarias, menjelaskan bahwa perubahan proyek pekerjaan yang hanya terfokus pada Jalan Mollo Sujan terjadi karena adanya optimalisasi dana dan target Inpres Jalan Daerah (IJD).
“Memang saat usulan awal nama paket pekerjaannya Preservasi Jl. Titus Nau, Jl. Mollo Sujian, Jl. Mollo Oetun, namun ada optimalisasi dana dan target IJD, maka pekerjaan disesuaikan, yang dikerjakan hanya jalan Mollo Sujan,” jelas Hugo Zakarias.
Ia mengatakan, akibat optimalisasi dana dan target IJD tersebut, proyek preservasi Jalan yang awalnya sepanjang 4,9 Km mengalami perubahan menjadi 3,7 km, dengan anggaran dari Rp22,27 Milyar menjadi Rp16,8 Milyar.
Dengan kondisi jalan yang sudah diperbaiki, warga sekitar kini dapat menikmati akses yang lebih baik dan lancar. Selain itu, akses petugas dan masyarakat umum ke lokasi penangkaran rusa dan kantor yang ada disekitarnya juga menjadi lebih mudah.
Proyek preservasi Jalan Mollo Sujan ini merupakan contoh keberhasilan pembangunan infrastruktur di Provinsi NTT, yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(*CMBN01)









