Produk Budaya non Benda

Jumat, 13 Oktober 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anselans Petervi

Anselans Petervi

Halo pembaca cmbnews.id/ Saya seorang peserta didik di SMA Negeri 01 Amarasi. Saya belum lama menjadi peserta didik di sana, berhubung saya baru menamatkan sekolah menengah pertama.

Anselans Petervi

Ini pengalaman saya menulis. Sewaktu kami ditugaskan untuk mencari produk budaya non benda, saya bingung. Lalu, saya berdiskusi dengan orang tua saya. Hasilnya, saya bawa ke sekolah, tapi saya mau tempatkan di media ini sebagai ajang latih diri menulis. Bagaimana pembaca?

Produk budaya non benda di Amarasi

1. Bahasa Daerah Amarasi
Bahasa Amarasi adalah salah satu cabang bahasa dari induk bahasa daerah yang disebut Uab Meto’.
Di Amarasi terdapat dua dialek yang terkenal, yaitu Ro’is dan Kotos.
Bahasa Amarasi yang dipakai terdapat klasifikasinya. Ada bahasa adat yang tinggi nilainya dan ada bahasa pergaulan, atau bahasa sehari-hari di dalam masyarakat.
Contoh:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kata Bahasa pergaulan Bahasa adat/sopan

Makan Muah, taah Bukae, tua, tais je nsae, tua.

Kata yang sama dalam Bahasa Indonesia yaitu Makan. Tetapi di Amarasi kata ini dikastakan. Bukae tua, berlaku untuk khalayak umum, sedangkan Tais je nsae, tua, berlaku untuk kalangan ningrat. Dewasa ini bila orang menggunakan istilah kedua, terasa sebagai olok-olok..

Duduk Ttook, mumteer Ttuun ok, tua 

Tidur Tuup Kuus ok, tua

Sama halnya dengan kata makan tadi. Pada kata duduk dan tidur, ada kastanya. Kasta khalayak dan ningrat.

2. Nyanyian/Lagu daerah Amarasi
Nyanyian atau lagu dipakai mula-mula untuk menghibur diri sendiri dan anak-anak. Seorang ibu bernyanyi sambil menidurkan anak sebagai contohnya. Nyanyian juga dipakai untuk menghibur orang banyak. Ketika orang mengenal agama, nyanyian dipakai untuk memuji Tuhan.
Nyanyian juga dipakai sebagai pengisi musik. Lagu-lagu daerah Amarasi yang mudah diingat seperti: To tiut, Ri’arekot, dan lain-lain

3. Tarian Daerah Amarasi
Tarian dipakai untuk menghibur. Orang yang menari selalu diawali dari kegembiraan hati. Mereka yang menonton akan terhibur melihat seorang penari melanggak-lenggokkan tubuh atau anggota tubuh/badan.
Tarian sekalipun kelihatan namun tak dapat dipegang, sehingga ia dapat dikelompokkan sebagai produk budaya non benda.
Tari-tarian dari Amarasi yang terkenal seperti: bsoo’ ‘sene; rabeka, teunraen, dan herin.

4. Musik
Alat musik dapat dilihat. Namun bunyi yang dihasilkan oleh alat musik tidak dapat dipegang kecuali dirasakan, dinikmati keindahan alunannya.
Alat musik di Amarasi yang sudah hilang seperti: ‘reku ‘boko, ‘he’o; Sementara yang masih kelihatan dan bisa dimainkan baik oleh orang tua maupun anak-anak seperti; gong (‘sene) dan tambur (‘tufu)

Beginilah tulisan saya. Semoga mendapat tempat di hati pembaca cmbnews.id/. Terima kasih.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang
Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur
Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan
UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan
Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan
Dukungan Penuh Daniel Taimenas Perluas Akses KUR Bank NTT bagi UMKM
Soal Keberatan Tiga Anggota DPRD TTU, Egiardus Bana Desak BK Berpedoman pada UU 30/2014
Silaturahmi Bawaslu dan PKB Kabupaten Kupang, Sinergi Menuju Tahapan Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:12

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03

Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:53

Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:40

UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:37

Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.