Runtuhnya Nadi Jalan Timor Raya di Kilometer 36, PUPR NTT dan BPJN Bergerak Cepat 

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTT bersama Kepala BPJN NTT berada di lokasi.

Gubernur NTT bersama Kepala BPJN NTT berada di lokasi.

KUPANG,- Suasana di Jalan Timor Raya mendadak berubah tegang. Pada Kamis, 26 Maret 2026, denyut nadi transportasi di wilayah Naibonat, Kabupaten Kupang seketika terhenti ketika bagian Jembatan Asam Tiga amblas dan putus total.

Tepat di Kilometer 36, di depan Mako Brigif 21/Komodo, badan jembatan tak lagi mampu menahan beban, roboh dan menyisakan keterkejutan bagi siapa pun yang melintas.

Dalam hitungan menit, arus lalu lintas di ruas vital Jalan Timor Raya lumpuh total. Kendaraan roda empat hingga truk bertonase besar terpaksa berhenti, membentuk antrean panjang yang membelah sunyi siang itu. Para sopir turun dari kendaraan, sebagian memandangi jembatan yang runtuh dengan wajah cemas, sementara lainnya sibuk mencari kabar dan jalur alternatif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jembatan di jalan Timor Raya (Depan Brigif Komodo) ambruk.

Di tengah situasi darurat itu, respons cepat pemerintah daerah mulai terlihat. Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma, Kepala Dinas PUPR NTT, Benyamin Nahak, bersama Kepala BPJN NTT, Janto, langsung turun ke lokasi. Kehadiran mereka bukan sekadar simbol, tetapi bentuk komitmen bahwa krisis ini tidak akan dibiarkan berlarut.

“Saya dan tim sudah ada di lokasi,” ujar Kadis PUPR NTT, Benyamin Nahak singkat, namun tegas, menandakan bahwa penanganan tengah berjalan.

Kerusakan yang terjadi bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan ancaman bagi mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat. Jalan Timor Raya selama ini menjadi urat nadi distribusi barang dan pergerakan warga di Pulau Timor. Ketika jalur ini terputus, dampaknya terasa hingga ke sektor perdagangan, logistik, hingga pelayanan publik.

Namun di balik situasi yang mencekam, secercah harapan mulai disusun. Kepala BPJN NTT, Janto, memastikan bahwa langkah darurat segera dilakukan dengan pembangunan jembatan sementara. Upaya ini menjadi solusi cepat agar aktivitas transportasi dapat kembali berjalan, meski belum sepenuhnya pulih seperti sediakala.

Sementara itu, untuk menjaga agar mobilitas tidak sepenuhnya terhenti, kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif, yakni ruas Naibonat – Nunkurus yang merupakan jalan kabupaten. Jalur ini kini menjadi tumpuan sementara, meski dengan keterbatasan kapasitas dan kondisi yang tidak seideal jalur utama.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur, betapapun kokohnya, tetap membutuhkan perhatian dan perawatan berkelanjutan. Di sisi lain, kejadian ini juga memperlihatkan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam merespons kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi.

Di lokasi kejadian, suara mesin kendaraan yang terhenti berpadu dengan percakapan warga yang mencoba memahami situasi. Ada kegelisahan, tetapi juga ada harapan bahwa akses akan segera pulih. Sebab bagi masyarakat Kupang dan sekitarnya, jalan bukan sekadar lintasan, melainkan penghubung kehidupan.*(Chris Bani)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.