Satker PJN Wilayah II NTT Teken 10 Kontrak Paket Preservasi dan Longsoran Rp168,1 Miliar

Sabtu, 14 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Satker PJN Wilayah II Provinsi NTT, Fahrudin, S.T

Kepala Satker PJN Wilayah II Provinsi NTT, Fahrudin, S.T

Kupang,- Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi menandatangani kontrak pekerjaan konstruksi melalui mekanisme e-katalog (e-purchasing) mini kompetisi jasa konstruksi dengan pihak ketiga pada 5 Februari 2026.

Total nilai akumulasi kontrak untuk lima Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mencapai Rp168,1 miliar. Penandatanganan kontrak tersebut berlangsung di Kantor Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Satker PJN Wilayah II Provinsi NTT, Fahrudin, S.T, yang dikonfirmasi Sabtu (14/2) menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari percepatan pelaksanaan pekerjaan preservasi jalan nasional sekaligus penanganan titik-titik longsoran di wilayah kerja Satker II.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fahrudin menyatakan bahwa seluruh proses konstruksi dan penandatanganan kontrak e-katalog atau e-purchasing mini kompetisi jasa konstruksi dilakukan sesuai SOP dalam sistem katalog elektronik pemerintah. Penunjukan penyedia dilakukan melalui sistem, sehingga tahapan administrasi dan teknis terdokumentasi dengan baik.

Ia menambahkan secara keseluruhan, terdapat 10 paket pekerjaan yang telah dikontrakkan, terdiri dari tujuh paket preservasi jalan dan tiga paket penanganan longsoran. Paket-paket tersebut tersebar pada lima PPK, yakni PPK 2.1, PPK 2.2, PPK 2.3, PPK 2.4, dan PPK 2.5.

“Seluruh PPK menangani pekerjaan preservasi jalan, sementara paket penanganan longsoran berada pada PPK 2.1 dan PPK 2.5 yang mencakup titik-titik rawan pergerakan tanah. Fahrudin menjelaskan bahwa sebelum kontrak ditandatangani, seluruh dokumen administrasi dan teknis telah dipastikan lengkap dan memenuhi ketentuan,” ujarnya.

Selain itu, dokumen tersebut meliputi surat perintah mulai kerja (SPMK), syarat umum dan khusus kontrak, rencana kerja dan syarat (RKS), gambar kerja, bill of quantity (BOQ), hingga jaminan pelaksanaan. Masa pelaksanaan dan masa pemeliharaan juga telah tercantum secara jelas dalam kontrak.

Fahrudin menambahkan bahwa pengawasan dilakukan secara berjenjang oleh PPK bersama konsultan pengawas. Progres fisik dipantau melalui kurva S dan laporan berkala, sementara pembayaran termin dilakukan berdasarkan capaian pekerjaan yang terverifikasi.

“Jika terdapat deviasi, mekanisme koreksi dilakukan sesuai ketentuan kontrak. Fahrudin tidak menampik adanya tantangan, terutama faktor cuaca ekstrem di NTT. Hujan lebat hingga potensi banjir bandang dapat memengaruhi kondisi badan jalan, terutama pada masa penghamparan aspal,” jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa setiap pekerjaan tetap mengacu pada spesifikasi teknis yang memiliki batas toleransi mutu. “Kadar aspal, agregat, maupun parameter teknis lainnya memiliki range sesuai spesifikasi. Selama masih dalam batas yang diizinkan, pekerjaan dinyatakan memenuhi standar,” jelasnya.

Fahrudin juga mengingatkan pentingnya melihat kerusakan secara proporsional dan berbasis kronologi. Jika ditemukan kerusakan minor pada sebagian kecil ruas, perbaikan dapat dilakukan dalam masa pemeliharaan. Sebaliknya, apabila terjadi kerusakan signifikan dalam skala luas, maka evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap pelaksana maupun sistem pengawasan.

Dengan nilai akumulasi kontrak Rp168,1 miliar, pekerjaan preservasi jalan dan penanganan longsoran ini diharapkan menjaga kemantapan ruas jalan nasional di wilayah Satker PJN Wilayah II NTT. Pemerintah menargetkan infrastruktur jalan tetap fungsional, aman dilalui masyarakat, serta responsif terhadap risiko bencana alam yang menjadi karakteristik wilayah kepulauan tersebut.

Pekerjaan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat NTT, terutama dalam hal mobilitas dan aksesibilitas. Satker PJN Wilayah II NTT terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan nasional di wilayahnya.***

Editor: Chris Bani 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:49

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Rabu, 23 September 2026 - 06:59

Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.