Sentuhan Hukum di Rumah Iman: GAMKI NTT Edukasi Jemaat Gereja Soal KDRT dalam KUHP Baru

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris GAMKI NTT, Adv. Amos Lafu, S.H.,M.H sedang memberikan materi hukum terkait KDRT kepada Jemaat GMIT Ebenhaezer Saba, Amarasi Barat.

Sekretaris GAMKI NTT, Adv. Amos Lafu, S.H.,M.H sedang memberikan materi hukum terkait KDRT kepada Jemaat GMIT Ebenhaezer Saba, Amarasi Barat.

KUPANG,- Suasana Minggu pagi, 12 April 2026, di Jemaat GMIT Ebenhaezer Saba, Desa Nekbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang terasa berbeda. Bukan hanya ibadah yang menguatkan iman, tetapi juga pengetahuan hukum yang membuka kesadaran.

DPD GAMKI NTT melalui LBH GAMKI hadir membawa satu pesan penting: Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bukan lagi isu yang harus disembunyikan, melainkan persoalan yang harus dihadapi bersama, dengan keberanian dan pemahaman hukum yang benar.

Di hadapan jemaat, Sekretaris DPD GAMKI NTT, Amos Lafu, S.H.,M.H, tampil sebagai pemateri utama. Dengan bahasa yang sederhana namun mengena, ia mengajak jemaat untuk mengubah cara pandang lama yang menganggap KDRT sebagai aib keluarga. Ia menegaskan, justru diam adalah akar dari banyak penderitaan yang tak terlihat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama ini kita diajarkan untuk menutup rapat-rapat persoalan rumah tangga. Padahal, ketika kita berani berbicara dan melapor, kita bukan hanya menyelamatkan korban, tetapi juga membantu pelaku untuk tidak terus berada dalam kesalahan,” ungkapnya, disambut perhatian serius dari jemaat yang hadir.

Penyuluhan ini tidak berhenti pada ajakan moral semata. GAMKI NTT secara khusus menyoroti kehadiran KUHP yang baru sebagai landasan hukum yang semakin tegas dalam mengatur persoalan KDRT. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa regulasi terbaru ini memperkuat perlindungan bagi korban, sekaligus memberikan kepastian hukum yang lebih jelas dalam penanganan kasus kekerasan di dalam rumah tangga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Cavik Yunita Malelak yang memberikan pendekatan teologis, mengaitkan nilai-nilai iman dengan pentingnya menjaga relasi keluarga yang sehat dan bebas dari kekerasan. Ia mengingatkan bahwa rumah tangga seharusnya menjadi tempat yang aman, bukan ruang yang melahirkan luka.

Lebih jauh, Amos Lafu juga mengungkapkan bahwa GAMKI NTT melalui LBH GAMKI telah menjalin kerja sama dengan Sinode GMIT. Kerja sama ini menjadi pintu masuk bagi jemaat untuk mendapatkan pendampingan hukum secara langsung, termasuk dalam kasus KDRT. Dengan adanya sinergi ini, gereja tidak lagi berdiri sendiri dalam menghadapi persoalan jemaat, tetapi didukung oleh kekuatan advokasi yang siap hadir.

Di akhir kegiatan, satu pesan kuat tertinggal di benak jemaat: keberanian untuk bersuara adalah langkah awal menuju pemulihan. Sosialisasi ini bukan sekadar penyampaian materi hukum, tetapi juga gerakan kecil yang menyalakan harapan—bahwa setiap rumah tangga berhak hidup dalam damai, aman, dan bermartabat.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel
Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Suara Lantang Usman Husin dari Senayan: Ungkap Potret Nyata Kegelisahan di Kawasan Mutis
Motor Tak Kunjung Kembali, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polres Kupang 
Proyek Insinerator Rp5,9 Miliar Masuk Tahap Penyidikan di Kejati NTT 
Proyek Hotmix Kukak–Sulamu: Harapan yang Dibangun, Dijaga dan Dipastikan Bertahan untuk Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 07:41

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Rabu, 15 April 2026 - 08:22

Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Selasa, 14 April 2026 - 10:46

Suara Lantang Usman Husin dari Senayan: Ungkap Potret Nyata Kegelisahan di Kawasan Mutis

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.