Skandal Korupsi di RSUD S. K. Lerik: Tunjangan Jasa Pelayanan Tenaga Medis Dibobol

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut RSUD SK Lerik Kota Kupang, diambil keterangan oleh tim penyelidik Kejari Kota Kupang.

Dirut RSUD SK Lerik Kota Kupang, diambil keterangan oleh tim penyelidik Kejari Kota Kupang.

Kupang,- Di jantung Kota Kupang, sebuah skandal korupsi mengguncang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S. K. Lerik. Tunjangan jasa pelayanan tenaga medis tahun 2023-2024 menjadi sorotan, setelah tim penyelidik Kejaksaan Negeri Kota Kupang menemukan indikasi penyimpangan.

Kejaksaan Negeri Kota Kupang, dibawah kepemimpinan Shirley Manutede, S.H.,M.Hum, bergerak cepat ungkap kasus ini. Tim penyelidik mendatangi RSUD S. K. Lerik Kota Kupang, dan memeriksa sedikitnya 114 tenaga medis, termasuk Direktur RSUD S. K. Lerik Kota Kupang, drg. Dian Sukmawati Arkiang.

Kajari Kota Kupang, Shirley Manutede, S. H. M. Hum, menegaskan bahwa penyelidikan ini merupakan tindak lanjut dari temuan BPK RI Perwakilan NTT. “Tindakan yang dilakukan tim penyelidik Kejaksaan Negeri Kota Kupang ini, merupakan tindaklanjuti dari temuan BPK RI Perwakilan NTT,” kata Shirley.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejauh ini, tim penyelidik Kejari Kota Kupang telah melakukan klarifikasi terhadap 114 tenaga medis pada RSUD S. K. Lerik Kota Kupang. Setelah dilakukan pemeriksaan, bendahara pada RSUD S. K. Lerik Kota Kupang, baru melakukan pembayaran atau pelunasan terhadap tunjangan jasa pelayanan tenaga medis.

“Tunjangan jasa pelayanan tenaga medis RSUD S. K. Lerik Kota Kupang telah dibayar lunas setelah pemeriksaan,” ungkap Kajari Kota Kupang.

Dalam waktu dekat, tim penyelidik Kejari Kota Kupang akan mengambil sikap atas hasil klarifikasi atau hasil pemeriksaan terhadap 114 tenaga medis RSUD S. K. Lerik Kota Kupang.

Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan Kejaksaan Negeri Kota Kupang akan terus bekerja untuk mengungkap kebenaran.

“Kasus ini akan terus kami selidiki, dan kami akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat,” tegas Shirley.

Dengan penyelidikan ini, diharapkan dapat memberikan keadilan bagi tenaga medis yang berhak menerima tunjangan jasa pelayanan.

Kejaksaan Negeri Kota Kupang mengajak masyarakat untuk terus memantau dan melaporkan jika ada indikasi penyimpangan.(*CMBN01)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.