Amfoang-CMBN,- Suasana haru mewarnai acara serah terima jabatan (sertijab) pimpinan kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, dari camat lama Yonathan Natun ke camat baru Agus Yahbu Purwanto.
Acara yang digelar di kantor camat Amfoang Barat Daya di Manubelon, Kamis 8 Januari 2026, ini menjadi momen perpisahan yang berkesan bagi Yonathan Natun dan masyarakat Amfoang Barat Daya.
Masyarakat dan aparat pemerintah dari kecamatan hingga desa hadir dalam acara ini, menunjukkan rasa hormat dan terima kasih kepada Yonathan Natun atas pengabdiannya selama lebih dari dua tahun sebagai camat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Isak tangis pecah saat Yonathan Natun mengungkap perasaannya, menunjukkan betapa dekatnya ia dengan masyarakat.
“Kami sedih bapak Natun meninggalkan kami ke tempat tugas yang baru karena ada banyak hal yang kami lakukan bersama, beliau sangat dekat dengan masyarakat dan ada banyak hal baik yang sudah dibuat untuk kami di sini,” ungkap mantan kepala desa Manubelon, Yunus Noel.

Yonathan Natun dikenal sebagai camat yang dekat dengan masyarakat dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan di Amfoang Barat Daya.
Ia telah melakukan banyak hal baik untuk masyarakat, termasuk pemasangan lampu jalan dengan biaya sendiri dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang sakit.
“Beliau sangat dekat dengan masyarakat dan ada banyak hal baik yang sudah dibuat untuk kami disini,” tambah Okto Baitnines, tokoh masyarakat.
Tak hanya itu, Yonathan Natun juga telah menorehkan prestasi bagi kecamatan Amfoang Barat daya dalam keikutsertaan kecamatan tersebut dalam sejumlah event olahraga tahunan se-wilayah Amfoang.
Sebagai ungkapan terimakasih atas pengabdian dan simbol kekeluargaan, salah seorang tokoh masyarakat didaulat mengalungkan selimut kepada Yonathan Natun diakhir acara sertijab.
Yonathan Natun juga larut dalam keharuan itu. Sambutan perpisahannya tersampaikan dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca.
Ia menyampaikan terimakasih banyak atas dukungan masyarakat, dan aparat pemerintah dari kecamatan hingga desa yang begitu sempurna kepadanya selama ia menjalankan tugas sebagai camat di wilayah itu.
Diakhir penyampaiannya, Yonathan Natun mengungkap soal pergumulan dan harapan besar pemerintah dan masyarakat kecamatan Amfoang Barat Daya yang belum terselesaikan. Itu adalah penanganan jembatan di sungai Termanu dan Kapsali yang putus diterjang banjir beberapa tahun lalu.
“Mohon pemerintah provinsi untuk melihat kondisi Termanu, Kapsali. Karena kita di sini kalau hujan sangat memprihatinkan karena itu saya mohon pemerintah untuk lihat Termanu dan Kapsali,” kata Yonathan Natun.
Yonathan Natun berharap pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat memperhatikan dan menangani masalah ini, karena sangat penting bagi masyarakat setempat.
Dengan harapan itu, Yonathan Natun meninggalkan Amfoang Barat Daya, meninggalkan kenangan dan pengalaman yang tak terlupakan.(*CMBN01)








