Sumur Bor Rp127 Juta di Oebelo Tak Bermanfaat, Harapan Warga Mengering

Minggu, 22 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi sumur bor di Desa Oebelo yang dibangun Pemdes pada tahun 2024 lalu.

Kondisi sumur bor di Desa Oebelo yang dibangun Pemdes pada tahun 2024 lalu.

KUPANG,- Di sebuah sudut Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, berdiri sebuah sumur bor yang seharusnya menjadi sumber kehidupan. Dibangun pada tahun anggaran 2024 dengan nilai mencapai Rp127 juta, proyek ini awalnya diharapkan mampu menjawab kebutuhan air bersih warga.

Namun hingga Maret 2026, sumur itu justru menjadi simbol harapan yang belum sempat mengalir. Pipa-pipa terpasang, mesin tersedia, tetapi air tak kunjung memberi manfaat bagi masyarakat yang setiap hari menanti.

Kamis, 19 Maret 2026, tim media menelusuri lokasi tersebut. Di sana, Simon Mage, warga Dusun II yang sekaligus dipercaya mengelola sumur bor, berdiri di samping instalasi yang tampak sunyi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menceritakan bagaimana sejak awal proyek selesai, sumur ini belum pernah benar-benar digunakan oleh warga secara luas. Bahkan, upaya perbaikan dilakukan secara swadaya.

Papan informasi proyek sumur bor di Desa Oebelo.

Simon mengaku harus merogoh kocek pribadi untuk membeli panel listrik seharga Rp350 ribu, menggantikan panel sebelumnya yang rusak. Namun harapan itu kembali pupus, bukan panel yang bermasalah, melainkan keterbatasan daya listrik karena terminal masih menumpang di rumah warga hingga sempat terbakar.

Lebih jauh, persoalan tak berhenti di situ. Instalasi pipanisasi yang dianggarkan sekitar Rp20 juta juga belum rampung sepenuhnya. Dari puluhan warga yang seharusnya menikmati air bersih, baru sekitar empat hingga lima kepala keluarga yang terpasang keran. Selebihnya masih menunggu, di tengah sumur yang belum juga berfungsi optimal.

Ironisnya, perhatian terhadap kondisi ini baru muncul setelah keluhan warga ramai diperbincangkan di grup WhatsApp desa.

Kepala Desa Oebelo, Marthen Halla, S H, kemudian turun langsung ke lokasi, berdiskusi dengan warga dan pengelola untuk mencari solusi, dengan rencana perbaikan yang dijadwalkan pada pertengahan 2026 saat musim kemarau.

Di balik angka-angka anggaran dan rencana teknis, tersimpan kisah warga yang sederhana: tentang harapan akan air bersih yang tak kunjung tiba. Sumur bor itu kini berdiri bukan hanya sebagai infrastruktur, tetapi juga pengingat bahwa pembangunan tanpa manfaat nyata akan kehilangan makna.

Sementara itu, pihak TPK Desa Oebelo sebagai pelaksana kegiatan belum memberikan keterangan resmi. Warga pun masih menunggu, bukan sekadar janji, melainkan air yang benar-benar mengalir ke rumah mereka.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ayo Bergabung di Road To Event Academy GAMKI NTT, Langkah Besar Pemuda Flobamora Naik Kelas
Aksi Cepat Resmob Satreskrim Polres Kupang Tuntaskan Kasus Pencurian Hand Traktor
Liga Pendidikan Indonesia zona Amfo’ang Raya resmi ditutup
Kepemimpinan Janto di BPJN NTT Dorong Pembangunan Jalan Tepat Mutu dan Berdampak Nyata
Drama Gol dan Semangat Juang Membara di LPI 2026 zona Amfoang Raya
Polda NTT Diminta Uji Diskrepansi Medis Forensik Kasus Kematian Vika Serwutun
Kuasa Hukum Keluarga Vika Serwutun Serahkan Memorandum Hukum ke Polda NTT
Rapat Perdana: LBH GAMKI NTT Siapkan Konsultasi Hukum Gratis Bulanan untuk Warga

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 02:10

Ayo Bergabung di Road To Event Academy GAMKI NTT, Langkah Besar Pemuda Flobamora Naik Kelas

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:39

Aksi Cepat Resmob Satreskrim Polres Kupang Tuntaskan Kasus Pencurian Hand Traktor

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:09

Liga Pendidikan Indonesia zona Amfo’ang Raya resmi ditutup

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:40

Kepemimpinan Janto di BPJN NTT Dorong Pembangunan Jalan Tepat Mutu dan Berdampak Nyata

Senin, 25 Mei 2026 - 10:16

Polda NTT Diminta Uji Diskrepansi Medis Forensik Kasus Kematian Vika Serwutun

Berita Terbaru

Ritual di bawah pohon beringin; foto: Arnichus Loit

Budaya

Asal-Usul dan Makna Filosofis nama Desa Nunuanah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:22

Konten tidak bisa disalin.