Tragedi Siswa SD, Gubernur NTT Ungkap Kekecewaan Terhadap Pemkab Ngada 

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena

Kupang,- Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengungkapkan kesedihan dan kekecewaan atas meninggalnya seorang anak Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada karena kemiskinan. Ia merasa bahwa kejadian itu adalah sebuah tragedi yang tidak seharusnya terjadi.

“Kenapa kita masih harus mengalami kejadian seperti ini? Kenapa anak-anak kita masih harus menderita karena kemiskinan?” kata Gubernur Melki Laka Lena saat peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa, Rabu (4/2/2026) di Hotel Harper Kupang.

Melki Laka Lena mengaku telah menerima komunikasi dari DPR RI dan pemerintah pusat tentang kejadian itu. Mereka bertanya tentang perihal kejadian itu dan meminta penjelasan dari pemerintah NTT.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di tengah kita duduk seperti ini masih banyak di NTT ini warga negara Indonesia asal NTT, yang mati hanya karena dia miskin,” katanya.

Sebagai Gubernur, dirinya merasa bahwa kejadian itu adalah kegagalan dari pemerintah provinsi, dan Pemda Ngada, maupun unsur agama dan budaya.

Ia bahkan menyebut kepala daerah di Ngada sulit memberikan informasi tentang kejadian itu. “Ini alarm untuk kita serius urus soal begini. Pak Prabowo paling marah model begini, kita tidak tahu apa yang salah, dinas sosial gagal urus begini. Pemerintah kita juga gagal,” katanya.

Melki Laka Lena menekankan, kejadian tersebut harus menjadi yang terakhir. Semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan bahwa anak-anak NTT tidak lagi menderita karena kemiskinan.

“Kita harus memastikan bahwa kejadian ini menjadi yang terakhir. Kita harus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat NTT,” kata Melki Laka Lena.

Dirinya juga mengajak semua pihak untuk berdoa agar kejadian itu tidak terulang lagi. “Mari kita berdoa agar kejadian ini tidak terulang lagi dan kita dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat NTT,” katanya.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.