Kupang-CMBN,- Di tengah hiruk pikuk politik, Golkar Kabupaten Kupang sedang menanti sebuah momen penting yakni Musda di awal tahun 2026 ini. Namun, di balik euforia, ada kekhawatiran yang membuncah. Apakah Musda ini akan menjadi sebuah perayaan atau sebuah pertarungan sengit?
Dalam beberapa hari terakhir, suasana di internal Golkar nampak tenang. Apakah ada lawan atau sebaliknya aklamasi. Namun, di balik persiapan dan persaingan, ada satu hal yang disepakati: tidak ada gerakan tambahan jelang Musda.
Ketua DPD Golkar Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas, S.H, menegaskan bahwa partainya akan menjaga stabilitas dan kesatuan menjelang Musda yang rencananya akan digelar pada Februari 2026. “Kami tidak ingin ada gerakan tambahan yang dapat mengganggu jalannya Musda,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pernyataan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Kupang ini juga mengingatkan para kader untuk menjaga kesatuan dan tidak menyerang pribadi atau melakukan fitnah terhadap sesama kader. “Saya berharap Musda ini menjadi sebuah perayaan yang damai dan sukses, bukan sebuah pertarungan yang sengit,” tambahnya.
Di tengah kekhawatiran ini, Golkar Kabupaten Kupang masih berusaha menjaga citra partainya. Mereka ingin Musda ini menjadi sebuah awal yang baru guna persiapan Pemilu dan Pilkada. Namun, apakah itu akan terjadi?
Dalam beberapa pekan ke depan, Golkar Kabupaten Kupang akan menentukan nasibnya. Apakah Musda ini akan menjadi sebuah awal yang baru atau sebuah akhir yang pahit? Hanya waktu yang dapat menjawab.
Musda Golkar Kabupaten Kupang adalah sebuah cerita yang belum selesai. Apakah masyarakat siap untuk menanti kelanjutan dari setiap cerita Partai berlambang pohon beringin ini? Kita menunggu.(*CMBN01)









