YPMPS (Yayasan Pengembangan Masyarakat Pulau Semau) dan Nusa Tenggara Association (NTA) Indonesia memberikan pelatihan profesional guru sekolah binaan NTA Indonesia yang ada di wilayah Kupang Timur dan Kupang Barat. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 hari yakni tanggal 13, 15 dan 16 Spetember 2025, bertempat di UPTD SMP Negeri 5 Kupang Barat yang beralamat di Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat. Adapun peserta kegiatan pelatihan guru ini 18 guru SD/SMP dan 1 kepala sekolah perwakilan dari 10 sekolah binaan NTA di Kecamatan Kupang Barat dan Kupang Timur.
Dalam penyampaiannya di awal kegiatan Drs. Frans Wayan, SS., selaku Sekretaris NTA wilayah Indonesia menjelaskan bahwa NTA sudah rutin melaksanakan kegiatan pelatihan profesional guru sejak tahun 2007 pada sekolah-sekolah binaan di daratan Timor Barat dan Semau. Tujuan dari kegiatan ini adalah mewujudkan guru yang profesional yaitu yang memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam proses pembelajaran. Pada kegiatan ini para guru akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan tentang pembelajaran mendalam serta koding dan kecerdasan artificial (KKA). Ia juga berharap selesai kegiatan, para peserta dapat berbagi dengan guru-guru lain di sekolahnya masing-masing. Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa pada tahun 2025 ini NTA Indonesia sudah menjangkau 92 guru dari 46 sekolah binaan masing-masing dua titik baik di wilayah Timor Barat maupun Semau. Sementara untuk daratan Flores kegiatan pelatihan profesional guru pun telah dilaksanakan juga sejak 2023 lalu. Program pelayanan utama NTA adalah peningkatan pendapatan dan ketahanan pangan (income generation and food security), air dan sanitasi (water and sanitation) dan pendidikan (education) serta pembangunan kapasitas (capability building), pungkasnya.
Narasumber utama kegiatan pelatihan profesional guru, Prof. Mesack Daniel Beeh sekaligus Ketua Pembina Yayasan Pengembangan Masyarakat Pulau Semua (YPMPS). Ia menyampaikan bahwa YPMPS sudah ada lebih dulu sebelum NTA, bahkan YPMPS merintis adanya NTA Indonesia tahun 1991. “YPMPS lebih dulu ada dari NTA” ujarnya. Catatannya, YPMPS berdiri tahun 1990, artinya lebih tua setahun dari NTA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Yanti Pulungtana Kepala UPTD SMP Negeri 5 Kupang Barat Satu Atap dalam sambutan sebelum membuka kegiatan mengucapkan terimakasih untuk perhatian NTA Indonesia bagi peningkatan profesional guru. Ia berterima kasih sehubungan dengan bantuan yang diberikan kepada UPTD SMP Negeri 5 Kupang Barat Satu Atap dalam wujud dana pembangunan gerbang sekolahnya serta dipercaya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan bersama sekolah binaan.
Yanti Pulungtana menegaskan pula bahwa pilar utama untuk menjadi guru profesional yakni orientasi untuk berprestasi, belajar untuk terus mengembangkan kompetensi, dan spiritual yang kokoh.
“Seorang guru yang memiliki orientasi untuk berprestasi akan membuat semua tugas yang dihadapi bukan sebagai beban, sebaliknya sebagai sebuah tantangan untuk mencapai keberhasilan atau prestasi kerja. Guru perlu terus belajar dan berpegang pada prinsip belajar sepanjang hayat, bahwa selalu ada peluang dan kesempatan untuk mengembangkan dan menunjukkan kompetensinya, salah satunya melalui berbagai pelatihan seperti ini. Guru harus mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi bagi dunia pendidikan serta memanfaatkannya sesuai kebutuhan peserta didik. Spritualitas yang kokoh harus menjadi pondasi yang kokoh bagi guru untuk menunjukkan kinerja yang baik, memiliki semangat dan tidak mudah goyah oleh hal-hal yang menghambat dalam mewujudkan profesionalitas kerjanya”
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kompetensi dan profesionalitas guru bukanlah sesuatu yang sulit ditunjukkan. Guru profesional itu adalah cerminan peserta didiknya, ungkapnya.
Di akhir sambutannya, ia mengajak semua peserta untuk berefleksi bahwa tugas mulia seorang guru bukan hanya membagikan ilmu pengetahuan tetapi juga membentuk karakter peserta didik dan membangun peradaban bangsa. Oleh karena itu, sejatinya guru harus mendidik dengan hati agar menyentuh hati peserta didiknya, sehingga ia sadar siapa dia, untuk apa dia hidup, untuk apa ia belajar, apa tujuan hidupnya dan bagamana mencapai tujuan hidupnya.***
Penulis: Yanti Pulungtana/Kepala UPTD SMP N 5 Kupang Barat Satu Atap
Editor: Heronimus Bani









