Kupang,- Bupati Kupang, Yosef Lede, S.H membantah tudingan yang beredar di media sosial terkait dugaan intervensi dalam proses pelelangan proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang. Ia menegaskan seluruh proses lelang dilakukan secara terbuka dan sesuai mekanisme yang berlaku.
Pernyataan tersebut disampaikan Yosef Lede kepada media melalui pesan WhatsApp, Sabtu (28/2) malam, menanggapi narasi yang menyebut dirinya meloloskan relasi dalam proyek pemerintah daerah.
Menurut Yosef, informasi yang beredar merupakan bentuk kontrol publik yang sah, namun harus disertai klarifikasi dan prinsip keberimbangan agar tidak menyesatkan opini masyarakat. “Jangan sampai menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Semua proses pelelangan dilakukan secara transparan dan objektif,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, oknum kontraktor yang disebut dalam unggahan tersebut telah lama berkecimpung dalam proyek di Kabupaten Kupang, bahkan sejak dirinya masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kupang. Kontraktor tersebut, kata dia, telah mengerjakan proyek jauh sebelum ia terpilih sebagai bupati.
“Terlepas dari saling mengenal, jika memenuhi persyaratan tentu mereka bisa lolos. Karena ada panitia lelang yang bekerja sesuai aturan,” tegasnya.
Yosef juga meluruskan isu pertemuannya dengan kontraktor dimaksud di sebuah tempat umum. Ia menyebut pertemuan itu terjadi secara kebetulan saat dirinya menghadiri agenda bersama sejumlah petinggi Partai Gerindra. “Apakah menyapa masyarakat menjadi masalah? Masa kalau bertemu di tempat umum lalu duduk bersama jadi narasi negatif? Itu narasi menyesatkan,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa di masa kepemimpinannya, siapa pun memiliki hak yang sama untuk mengikuti lelang terbuka di Pemkab Kupang. Seluruh proses, menurutnya, ditangani oleh panitia dan mengikuti regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak menyikapi informasi di media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi. “Pemimpin harus siap menerima kontrol, tetapi informasi yang disampaikan harus benar dan tidak menggiring opini yang keliru. Masa kalau ada orang atau masyarakat yang tanpa sengaja bertemu dan menyapa lalu duduk sama-sama jadi masalah? Apalagi di tempat umum dan ada banyak orang,” ungkapnya.
- Pelacur Pun Wajib Dihargai
Di tengah dinamika opini publik yang berkembang di media sosial, Bupati Yosef Lede memilih memberikan klarifikasi secara terbuka dan lugas. Baginya, prinsip tata kelola pemerintahan di Kabupaten Kupang sangat jelas, bahwa setiap proyek dilaksanakan melalui mekanisme lelang terbuka dan ditangani oleh panitia resmi sesuai aturan. Tidak ada ruang untuk praktik tertutup atau perlakuan istimewa. Ia menegaskan bahwa siapa pun, sepanjang memenuhi syarat administrasi dan teknis, memiliki hak yang sama untuk mengikuti proses tersebut.
Menanggapi isu yang menyeret nama seseorang dan keluarganya, Yosef Lede juga meluruskan bahwa pihak yang disebut-sebut telah mengerjakan proyek di Kabupaten Kupang jauh sebelum dirinya menjabat sebagai bupati. Artinya, tidak ada keterkaitan khusus dengan masa kepemimpinannya saat ini.
Ia bahkan menyayangkan munculnya informasi yang dinilainya tidak utuh dan berpotensi menyesatkan, terlebih jika hanya demi kepentingan viralitas di media sosial.
Dalam pernyataannya, Yosef Lede membuka ruang dialog secara terbuka. Ia mempersilakan siapa pun yang ingin mengonfirmasi atau melakukan wawancara untuk datang langsung dan berdiskusi secara jernih. Sikap ini menjadi penegasan bahwa kepemimpinannya tidak anti-kritik.
Sebaliknya, ia mengedepankan transparansi dan keberanian untuk menjawab pertanyaan secara langsung, bukan melalui perdebatan anonim di ruang digital.
Lebih jauh, Yosef Lede menyampaikan pesan kemanusiaan yang kuat. Ia menegaskan bahwa sebagai pemimpin, dirinya tidak membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakang. Bahkan kepada mereka yang hidup dalam kondisi sulit sekalipun, ia memilih pendekatan empati, bukan penghakiman.
Baginya, tugas seorang pemimpin bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun nilai dan mengajak yang kuat untuk bersyukur, mendoakan, dan membantu sesama agar bisa bangkit menjadi pribadi yang lebih baik.
Bupati Kupang juga mengatakan, jangankan orang baik, pelacur saja dirinya berteman. Pelacur itu bukan karena keinginan tapi karena keadaan, jadi bersyukurlah yang jadi orang baik mestinya doakan orang-orang yang kurang baik sekaligus bantu orang tersebut untuk berubah menjadi lebih baik.***









