KUPANG,- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menggelar apel gelar pasukan sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat Turangga 2026 untuk mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Sebanyak 3.068 personel gabungan disiagakan guna memastikan masyarakat dapat melaksanakan ibadah dan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
Apel gelar pasukan berlangsung di Lapangan Bhayangkara Polda NTT, Kupang, dan dipimpin langsung Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko. Operasi Ketupat Turangga 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Kapolda NTT melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, operasi ini merupakan kegiatan pengamanan terpusat yang dilaksanakan untuk menjaga situasi keamanan selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Operasi ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah maupun yang melakukan perjalanan mudik sehingga perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan aman dan kondusif,” ujar Henry kepada awak media usai apel.
Ia menjelaskan, dari total 3.068 personel yang dilibatkan, sebanyak 1.144 merupakan anggota Polri dan 1.924 lainnya berasal dari berbagai instansi terkait. Seluruh personel akan ditempatkan di sejumlah titik strategis di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Untuk mendukung pengamanan, aparat juga mendirikan sejumlah pos pelayanan bagi masyarakat yang terdiri atas 38 pos pengamanan, 27 pos pelayanan, dan 20 pos terpadu yang tersebar di berbagai daerah.
Pengamanan juga difokuskan pada sejumlah objek vital, di antaranya 14 bandara, 38 pelabuhan, 28 terminal, 56 pusat perbelanjaan, serta 153 objek wisata dan tempat ibadah.
Selain itu, aparat akan mengamankan 201 masjid dengan estimasi sekitar 91.386 jemaah, serta 46 lapangan yang akan digunakan untuk pelaksanaan Salat Id dengan perkiraan jumlah jemaah mencapai 123.600 orang.
Henry menambahkan, dalam pelaksanaan operasi tersebut, kepolisian mengedepankan langkah deteksi dini, pencegahan, dan patroli preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.
Potensi gangguan yang diantisipasi antara lain kejahatan konvensional, tawuran, hingga praktik premanisme yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Selain itu, aparat juga mewaspadai dampak situasi geopolitik global yang berpotensi memengaruhi kondisi dalam negeri, termasuk pasokan energi dan kebutuhan masyarakat selama masa mudik.
Melalui Operasi Ketupat Turangga 2026, Polda NTT berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan selamat.
“Kami berharap masyarakat yang merayakan Idul Fitri maupun yang melaksanakan mudik dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan lancar sehingga semua bisa merayakan hari kemenangan dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga,” kata Henry.**









