KUPANG,- Suasana di kantor PT Jamkrida NTT terasa lebih hidup dari biasanya. Para pemegang saham berkumpul dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Rabu malam (11/3/2026).
Bagi sebagian orang, rapat seperti ini mungkin hanya membahas angka, laporan keuangan, dan rencana bisnis. Namun bagi Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, pertemuan itu adalah ruang untuk menata harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Di tengah pembahasan laporan tahunan dan rencana kerja perusahaan, Gubernur NTT menegaskan bahwa kondisi PT Jamkrida NTT saat ini berada dalam keadaan baik dan sehat. Sejumlah persoalan yang sempat membayangi perusahaan pada masa lalu, perlahan telah diselesaikan sehingga arah perusahaan kini semakin jelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun yang paling menarik dari pembahasan RUPS tersebut bukan sekadar angka atau laporan kinerja, melainkan peluang besar yang terbuka bagi Jamkrida NTT untuk melangkah lebih jauh.
Melki Laka Lena menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendorong PT Jamkrida NTT untuk tidak hanya berperan di wilayah NTT, tetapi juga mulai memperluas jangkauan pelayanan ke luar daerah.
Salah satu peluang yang kini tengah dijajaki adalah ekspansi layanan penjaminan ke Provinsi Maluku dan Maluku Utara, terutama di wilayah yang belum memiliki perusahaan penjaminan daerah.
Menurut gubernur, langkah ini bukan hanya strategi bisnis, tetapi juga bagian dari kontribusi NTT dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.
“Ke depan kita ingin Jamkrida NTT tidak hanya kuat di dalam daerah, tetapi juga mampu menjangkau wilayah lain yang membutuhkan layanan penjaminan. Maluku dan Maluku Utara menjadi salah satu peluang yang sedang kita jajaki,” ujarnya.
Ia menambahkan, komunikasi dengan pemerintah daerah di kedua provinsi tersebut akan terus dilakukan guna membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
Di sisi lain, kinerja perusahaan juga menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Pada tahun buku 2025, PT Jamkrida NTT berhasil memberikan dividen kepada Pemerintah Provinsi NTT lebih dari Rp7,5 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk tahun 2026, perusahaan menargetkan dividen dapat meningkat hingga sekitar Rp15 miliar dengan proyeksi laba bersih mencapai sekitar Rp25 miliar.
Optimisme tersebut diperkuat dengan rencana tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp21 miliar. Dengan tambahan modal ini, kapasitas penjaminan perusahaan diperkirakan dapat meningkat hingga Rp400–Rp500 miliar.
Jika digabungkan dengan total ekuitas perusahaan yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp185 miliar, maka kapasitas penjaminan PT Jamkrida NTT diperkirakan dapat menyentuh angka sekitar Rp5 triliun.
Selain penguatan permodalan, perusahaan juga terus melakukan inovasi melalui pengembangan layanan berbasis digital. Sistem tersebut kini telah terhubung dengan seluruh 21 kabupaten/kota di NTT, sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien.
Bagi pemerintah daerah, langkah-langkah ini bukan sekadar upaya memperbesar perusahaan, tetapi juga memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.
Gubernur NTT berharap, dengan penguatan manajemen, tambahan modal, serta perluasan jaringan pelayanan, PT Jamkrida NTT dapat terus berkembang menjadi perusahaan penjaminan yang kuat dan dipercaya, tidak hanya di NTT tetapi juga di kawasan timur Indonesia.
“Harapan kita, Jamkrida NTT terus tumbuh sehat, profesional, dan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah, sehingga semakin banyak pelaku usaha yang terbantu dan semakin luas harapan yang bisa kita jamin,” pungkasnya.**









