Lebih dari Sekadar Proyek: Tanggung Jawab BPJN NTT dan CV Ratu Ozora di Balik Jalan Mauponggo–Puuwada

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ruas Jalan Mauponggo–Ngera–Puuwada, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT.

Ruas Jalan Mauponggo–Ngera–Puuwada, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT.

NAGEKEO,- Roda-roda kendaraan kembali berputar tanpa ragu di atas ruas Jalan Mauponggo–Ngera–Puuwada, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT. Aspal yang kini terasa halus itu menyimpan cerita yang tak sekadar soal proyek dan angka, tetapi tentang respons, tanggung jawab, dan upaya menjaga kepercayaan publik.

Beberapa waktu lalu, jalan sepanjang dua kilometer pada segmen Mauponggo–Puuwada 1 sempat memunculkan kekhawatiran. Retakan kecil dan penurunan kualitas permukaan jalan menjadi bahan pembicaraan warga. Bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur itu—petani, pelajar, hingga pedagang kecil—jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan.

Namun kekhawatiran itu tak berlarut. Perbaikan dilakukan. Kini, permukaan jalan kembali mulus, seolah menutup jejak kerusakan yang sempat ada.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jalan hotmix yang baru dikerjakan nampak mulus

Proyek ini merupakan bagian dari dua paket pekerjaan Program Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Nagekeo, dengan total nilai kontrak mencapai Rp18,39 miliar. Paket pertama, Preservasi Jalan Mauponggo–Ngera–Puuwada 1 sepanjang 2 kilometer, dikerjakan oleh CV Ratu Orzora dengan nilai Rp9,11 miliar. Sementara paket kedua, sepanjang 2 kilometer lainnya, dikerjakan CV Anugerah Cipta Jaya dengan nilai Rp9,28 miliar. Keduanya berada di bawah pengawasan konsultan supervisi PT Maha Charisma Adiguna.

Dalam setiap proyek infrastruktur, ekspektasi publik selalu sederhana: kualitas yang baik dan manfaat jangka panjang. Ketika muncul ketidaksempurnaan, di situlah peran pengawasan diuji.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Nusa Tenggara Timur (BPJN NTT), sebagai representasi negara di lapangan, menegaskan komitmennya. Melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Richard Manukoa, ditegaskan bahwa setiap temuan kerusakan menjadi bagian dari evaluasi yang harus ditindaklanjuti.

“Setiap kerusakan yang terjadi menjadi bagian dari evaluasi. Sudah ditangani dan sekarang kondisinya baik dan mulus,” ujarnya.

Proses perbaikan dilakukan oleh CV Ratu Ozora

Pernyataan itu bukan sekadar klarifikasi, tetapi juga penegasan bahwa tanggung jawab proyek tidak berhenti saat pekerjaan selesai secara administratif. Ada fase pascapekerjaan yang menuntut kehadiran negara—memastikan jalan tetap layak, aman, dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Bagi pelaksana proyek, perbaikan yang telah dilakukan menjadi cerminan komitmen untuk memenuhi standar teknis yang ditetapkan. Sementara bagi BPJN NTT, pengawasan berkelanjutan menjadi kunci menjaga kualitas sekaligus kepercayaan masyarakat.

Di tengah dinamika pembangunan, cerita Jalan Mauponggo–Puuwada menjadi pengingat bahwa infrastruktur bukan hanya tentang beton dan aspal, tetapi tentang relasi antara pemerintah, pelaksana, dan masyarakat. Ketika terjadi kekurangan, respons cepat dan terbuka menjadi jembatan yang menjaga kepercayaan itu tetap utuh.

Kini, jalan tersebut sudah selesai diperbaiki dan bisa dilalui dengan tenang. Masyarakat diharapkan menikmatinya tanpa khawatir, hasil bumi diangkut tanpa hambatan, dan masyarakat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih lancar.

Di balik permukaan jalan yang mulus, ada proses yang menunjukkan bahwa tanggung jawab bukan sekadar kewajiban—melainkan komitmen untuk terus memperbaiki.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang
Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur
Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan
UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan
Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan
Dukungan Penuh Daniel Taimenas Perluas Akses KUR Bank NTT bagi UMKM
Soal Keberatan Tiga Anggota DPRD TTU, Egiardus Bana Desak BK Berpedoman pada UU 30/2014
Silaturahmi Bawaslu dan PKB Kabupaten Kupang, Sinergi Menuju Tahapan Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:12

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03

Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:53

Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:40

UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:37

Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.