PEPPSI Perluas Jejaring Nasional, MoU dengan HKTI Kepri Buka Peluang Besar bagi Peternak Sapi NTT

Rabu, 29 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus PEPPSI ketika teken MoU dengan HKTI Kepri di Bali.

Pengurus PEPPSI ketika teken MoU dengan HKTI Kepri di Bali.

KUPANG – Persatuan Pengusaha dan Peternak Sapi Indonesia (PEPPSI) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor peternakan nasional melalui pengembangan jejaring kemitraan lintas daerah. Berkantor di Kupang, Nusa Tenggara Timur, organisasi ini menjadi wadah strategis bagi para pelaku usaha dan peternak sapi dalam mendorong peningkatan produktivitas, kualitas ternak, serta perluasan akses pasar di Indonesia.

Sebagai organisasi yang aktif membangun kolaborasi, PEPPSI selama ini menjalin kerja sama dengan kelompok peternak, lembaga pendidikan, hingga pemerintah dalam berbagai program pengembangan peternakan. Di antaranya melalui Program Bank Sapi yang menyalurkan bantuan sapi betina kepada masyarakat untuk dikembangbiakkan, sekaligus mendukung peningkatan populasi sapi lokal dan kesejahteraan peternak. PEPPSI juga berkolaborasi dengan institusi pendidikan seperti Politeknik Pertanian Negeri Kupang dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia dan peningkatan mutu peternakan.

Komitmen tersebut kembali diperkuat melalui langkah strategis pada kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) 2026 yang digelar Bank Indonesia Bali–Nusa Tenggara di Jatiluwih Resto, Bali, Senin, 27 Juli 2026. Forum tersebut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama para pemangku kepentingan sektor pangan dari berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengajak seluruh kepala daerah di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan pengendalian inflasi. Sinergi antarwilayah dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Momentum tersebut dimanfaatkan PEPPSI bersama HP2SK NTT dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau untuk membangun komitmen awal melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama ini diarahkan untuk membuka jalur distribusi sapi dan kerbau asal Nusa Tenggara Timur guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Kepulauan Riau.

Bagi PEPPSI, kolaborasi ini bukan sekadar memperluas jaringan perdagangan, melainkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan nilai tambah bagi peternak lokal. Dengan terbukanya pasar baru, peternak diharapkan memperoleh kepastian pemasaran, peningkatan pendapatan, sekaligus mendorong pertumbuhan populasi ternak secara berkelanjutan.

Dukungan yang diberikan Gubernur NTT terhadap inisiatif tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah mendorong penguatan sektor peternakan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Nusa Tenggara Timur yang dikenal sebagai salah satu sentra ternak nasional memiliki potensi besar untuk menjadi pemasok utama sapi bagi berbagai daerah di Indonesia.

Melalui penguatan kemitraan, inovasi program, dan kolaborasi antardaerah, PEPPSI optimistis mampu menghadirkan ekosistem peternakan yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing. Organisasi ini juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pihak Bildad Thonak Minta Polda NTT Lanjutkan Proses Hukum dan Semua Fakta Harus Diuji
Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur
Polemik Kepengurusan Swasti Sari, Pengurus Tegaskan Mekanisme UKK
Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”
BPJN NTT Sukses Tangani Proyek Sabuk Merah di Ujung Negeri, Jalan yang Membawa Harapan
KKJ NTT dan AJI Kupang Bersuara: Bildad Tonak Diantara Pemberitaan dan Penghakiman
Dugaan Muskot Ilegal Guncang PBVSI Kota Kupang, Empat Orang Dilaporkan ke Polisi
Menyalakan Asa dari Wilayah 3T, KADIN NTT Tuai Apresiasi Presiden

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:25

Pihak Bildad Thonak Minta Polda NTT Lanjutkan Proses Hukum dan Semua Fakta Harus Diuji

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:35

Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 00:28

Polemik Kepengurusan Swasti Sari, Pengurus Tegaskan Mekanisme UKK

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:30

Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 02:24

BPJN NTT Sukses Tangani Proyek Sabuk Merah di Ujung Negeri, Jalan yang Membawa Harapan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.