TIMOR TENGAH SELATAN – Komitmen Anggota DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, dalam memperjuangkan kepentingan petani kembali dibuktikan dengan aksi nyata. Kurang dari 24 jam setelah menerima aspirasi masyarakat saat reses, Usman langsung berkoordinasi dengan pemerintah pusat sehingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II segera mengerahkan ekskavator dan truk untuk melakukan normalisasi saluran irigasi di Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Langkah cepat tersebut menjadi harapan baru bagi sekitar 5.000 petani yang mengelola kurang lebih 2.700 hektare lahan persawahan di Desa Bena dan wilayah sekitarnya. Selama lima tahun terakhir, mereka menghadapi persoalan pendangkalan saluran irigasi akibat sedimentasi yang menyebabkan pasokan air terus berkurang dan mengganggu produktivitas pertanian.
Usman Husin menegaskan persoalan irigasi merupakan kebutuhan mendasar yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keberlangsungan hidup ribuan petani sekaligus ketahanan pangan daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, saya langsung berkomunikasi dengan kementerian dan BBWS Nusa Tenggara II agar persoalan ini segera ditindaklanjuti dan responsnya sangat cepat,” kata Usman.
Menurut anggota Komisi IV DPR RI itu, setiap aspirasi masyarakat harus diperjuangkan hingga menghasilkan solusi nyata, bukan sekadar menjadi bahan pembahasan. Karena itu, dirinya akan terus mengawal berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari perbaikan irigasi, penyediaan air, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
“Saya akan terus mengawal berbagai persoalan yang dihadapi petani NTT. Ketika masyarakat menyampaikan aspirasi, tugas kami adalah memperjuangkannya sampai ada hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Salah seorang petani Desa Bena, Roni Nubatonis, mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas cepatnya tindak lanjut yang dilakukan Usman Husin. Menurutnya, persoalan kekurangan air selama ini menjadi hambatan utama petani setiap musim tanam dan kerap mengakibatkan keterlambatan mengolah lahan hingga menurunkan hasil panen.
“Kami sangat senang karena komunikasi yang dibangun Bapak Usman direspons pemerintah sangat cepat. Tidak sampai 24 jam, alat berat langsung diturunkan ke lokasi. Kami mengucapkan terima kasih karena aspirasi petani benar-benar diperjuangkan,” ujar Roni.
Usman berharap normalisasi saluran irigasi tersebut mampu mengembalikan kelancaran distribusi air ke areal persawahan sehingga petani dapat mengolah lahan secara optimal, meningkatkan produktivitas padi, dan pada akhirnya memperkuat kesejahteraan masyarakat tani di Timor Tengah Selatan.***









