Ironi, Menulis untuk Kebutuhan Sesaat

Jumat, 1 Desember 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Heronimus Bani

Heronimus Bani

Ironi, Menulis untuk Kebutuhan Sesaat

Seri tulisan Ismail Suardi Wekke (agupena.or.id) tentang menulis menggugah olah pikir sebagai guru. Ketika ada

regulasi tentang jabatan fungsional guru yang mesti menggunakan kredit point dimana ada kewajiban dan keharusan mengembangkan diri dengan menulis, justru guru kelimpungan. Ismail Suardi Wekke telah menyampaikan secara mudah dan sederhana kiat-kiat menulis. Sayangnya, berapa banyak guru yang mengakses untuk dapat membaca tulisan-tulisan itu.

Heronimus Bani

Berikut tiga contoh cerita ironi dimana guru menulis dan mentoq pada kebutuhan kepangkatannya.
• Suatu hari seorang guru yang telah dialihtugaskan sebagai pengawas. Ia menceritakan bagaimana ia dapat mencapai pangkat dan golongan sebagaimana yang ada padanya sekarang, bahkan dapat menjadi pengawas Pembina. Bagaimana caranya? Ia menulis dengan bantuan penulis gelap (ghost writter). Tim Pemeriksa Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) tidak memeriksa proses, tetapi memeriksa produk.
• Seorang guru yang lain mengatakan, dewasa ini menulis penelitian tindakan kelas (PTK), mudah. Pergilah “jalan-jalan” ke Taman Google. Di sana anda mengunduh PTK yang sudah ada, lakukan pengeditan, sesuaikan dan jadilah PTK. Beri kata pengantar, keterangan orisinil/keaslian, pengesahan oleh pimpinan dan lengkapi berkas. Jadilah tulisan PTK itu diterima Tim Dupak. Tim menerima produk, tidak melihat proses.
• Suatu ketika seorang guru menelpon rekannya. Ia meminta untuk dituliskan satu karya tulis ilmiah popular. Ia bersedia membayar asalkan tulisan itu ada dan termuat di media cetak lokal. Lalu, tulisan itu menjadi produk agar masuk dalam hitungan angka kredit.

Masih ada cerita lain sekitar kegiatan menulis yang sasaran akhirnya mentoq pada kenaikan pangkat, golongan dan ruang gaji bagi guru. Lalu, guru yang telah naik pangkat dengan cara demikian berbangga?? Gaji dan tunjangan (kesejahteraan) bertambah, ekonomi keluarga terjaga. Sikap dan pandangan yang demikian sesungguhnya mencoreng profesi guru.

Sikap dan perilaku yang professional sebagai guru mestinya dapat dijaga. Solusi yang dapat ditawarkan untuk kegiatan menulis adalah, latihan dalam grup kecil seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP); Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Di samping kegiatan pelatihan yang sifatnya formal seperti workshop, atau semiloka dengan peserta yang terbatas agar mudah dijangkau, terkontrol dan membawa hasil. Mungkin ini sudah dilakukan.

Selanjutnya, pembiasaan, membaca – menulis – membaca – menulis. Atau menulis – membaca – menulis – membaca. Membaca bagi seorang penulis merupakan asupan nutrisi; dan menulis merupakan respirasinya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur
Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”
KKJ NTT dan AJI Kupang Bersuara: Bildad Tonak Diantara Pemberitaan dan Penghakiman
Anatomi Problematika Pendidikan Dasar di Indonesia
Di Antara Sawah dan Laut Ada Nama Usman Husin, Politik yang Menyapa dari Pintu Rumah Rakyat
Merawat Jiwa Bangsa di Panggung Kemerdekaan
Tak Sekadar Wakil Rakyat, Usman Husin Menjadi Jembatan Pendidikan bagi Generasi NTT
Ketika PLT Ikut Bertanding: Dugaan Pelanggaran Etika Organisasi dalam Musda Golkar Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:35

Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:30

Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:21

KKJ NTT dan AJI Kupang Bersuara: Bildad Tonak Diantara Pemberitaan dan Penghakiman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 02:48

Anatomi Problematika Pendidikan Dasar di Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:15

Di Antara Sawah dan Laut Ada Nama Usman Husin, Politik yang Menyapa dari Pintu Rumah Rakyat

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.